Reksadana dikenal sebagai investasi yang paling cocok bagi pemula. Sebab, dengan reksadana, investor tidak langsung mengelola dananya sendiri, melainkan manajer investasi berpengalaman. Manajer investasi akan mengelola dan menempatkan dana investor ke berbagai portofolio efek. Sehingga, bagi investor yang baru memulai investasi sudah tepat memilih reksadana untuk pemula.
Namun, sebelum lebih jauh membahas reksadana untuk pemula, ada baiknya kita pahami apa itu investasi reksadana? Reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana para investor untuk nantinya diinvestasikan manajer investasi ke dalam portofolio efek investasi. Ada beberapa portofolio efek yang biasa menjadi tujuan investasi reksadana antara lain saham, obligasi, pasar uang dan lainnya.
Manajer investasi umumnya akan memilih dan menempatkan dana investasi ke portofolio efek sesuai dengan jenis reksadana yang dipilih investor. Karena itu, penting untuk memahami jenis reksadana yang cocok untuk Anda sebagai pemula. Pertama, penting untuk memahami tipe investor terhadap risiko, apakah agresif, moderat atau konservatif. Selain itu, disesuaikan juga dengan imbal hasil yang diinginkan investor.
Selain jenis reksadana untuk pemula, hal lain yang perlu diperhatikan pemula saat investasi reksadana adalah memilih manajer investasi berpengalaman, terpercaya dan memiliki kredibilitas yang baik. Sebab, manajer investasi ini nantinya yang akan mengelola dana investasi anda. Untuk lebih jelasnya, ini rekomendasi jenis reksadana untuk pemula, simak penjelasan berikut:
Jenis Reksadana yang Cocok untuk Pemula
Saat memutuskan investasi reksadana, investor akan dihadapkan pilihan untuk menentukan jenis reksadana yang akan dipilih. Umumnya, jenis reksadana yang familiar yakni reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, reksadana saham dan reksadana campuran. Masing-masing instrumen investasi ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.
Karena itu, sebagai investor pemula kamu perlu memperhatikan tingkat risiko dari jenis-jenis reksadana ini.
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar yang adalah jenis reksadana yang risikonya paling rendah dibandingkan jenis reksadana lainnya. Reksadana ini 100 persen dananya diinvestasikan ke instrumen pasar uang yakni deposito, surat berharga maupun obligasi yang jangka waktunya kurang dari setahun.
Karena memiliki risiko paling rendah, imbal hasil yang ditawarkan juga paling rendah dibandingkan reksadana lainnya. Namun, untuk pemula yang baru memulai investasi, reksadana pasar uang ini justru yang paling ideal, karena minim risiko.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap adalah salah satu jenis instrumen investasi yang juga dinilai ideal untuk investor pemula. Ini karena, risiko reksadana pendapatan tetap ini tergolong rendah dan pergerakannya relatif stabil tetapi tetap memberikan imbal hasil yang cukup tinggi.
Reksadana ini sebagian besar dananya diinvestasikan ke portofolio efek yang memberikan pendapatan tetap seperti surat utang atau obligasi yang memberikan imbal hasil secara rutin. Sehingga, bagi investor pemula yang ingin mendapat imbal hasil yang cukup tinggi, namun dengan risiko tidak terlalu tinggi bisa memilih jenis reksadana ini.
Akan tetapi, risiko reksadana pendapatan tetap ini masih lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang. Karena itu, reksadana pendapatan tetap ini juga dikenal memiliki tingkat risiko kategori menengah, karena masih lebih rendah dibandingkan reksadana saham. Meski cukup ideal untuk pemula, reksadana pendapatan ini cocok bagi investor dengan tipe konservatif yang tidak ingin risiko tinggi, namun imbal hasil juga lumayan tinggi dalam jangka waktu 1-3 tahun.
3. Reksadana Saham
Dibandingkan reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, reksadana dana saham ini adalah jenis reksadana yang tingkat risikonya paling tinggi. Hal ini karena dana investasi reksadana ini ditempatkan di efek ekuitas seperti saham yang memiliki pergerakan fluktuatif. Karena itu, reksadana saham ini dianjurkan bagi investor yang memilki tipe agresif dan berani mengambil risiko.
4. Reksadana Campuran
Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang tingkat risikonya tergolong kategori menengah karena masih lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap tetapi masih di bawah reksadana saham.
Jenis reksadana ini investasi dananya dibagi dan dialokasikan ke beberapa efek sekaligus seperti saham, obligasi dan pasar uang.
Karena ini, bagi investor pemula, reksadana ini paling ideal bagi investor dengan tipe moderat, yang berani mengambil risiko tetapi masih di tahap sedang dan mengharapkan imbal hasil yang tinggi. Sebaliknya, reksadana ini kurang cocok bagi investor dengan tipe konservatif atau mencari aman terhadap risiko kerugian.
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan investor pemula saat hendak memulai investasi reksadana:
1. Pahami Cara Kerja Reksadana
Penting bagi investor pemula memahami cara kerja investasi reksadana sebelum berinvestasi di reksadana. Pertama, reksadana merupakan jenis investasi yang pengelolaannya dilakukan oleh seorang manajer investasi.
Dana investor itu dikumpulkan untuk kemudian diinvestasikan ke dalam berbagai portofolio efek, seperti saham, obligasi, pasar uang dan lainnya. Investasi reksadana ini juga akan dipecah beberapa instrumen investasi atau perusahaan melalui verifikasi investasi. Tujuannya untuk mengamankan investasi anda, jika salah satu instrumen investasi mengalami kerugian.
2. Tetapkan Tujuan Investasi Reksadana
Saat memulai berinvestasi reksadana, Anda perlu menetapkan tujuan melakukan investasi. Hal ini penting guna memastikan jenis investasi yang anda butuhkan apakah investasi jangka pendek, menengah atau jangka panjang, Sebab, masing-masing jenis reksadana memiliki jangka waktu yang ideal untuk memperoleh imbal hasil yang diinginkan.
Selain menetapkan tujuan, penting juga bagi anda mengetahui profil risiko anda apakah kategori konservatif, moderat atau agresif. Sebab, profil risiko ini penting untuk anda memilih jenis reksadana yang cocok untuk anda.
3. Kenali Jenis-jenis Reksadana
Langkah selanjutnya setelah mengetahui tujuan investasi reksadana dan profil risiko, anda bisa mengenali jenis-jenis reksadana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda.
4. Pilih Manajer Investasi dan Perusahaan Reksadana Terpercaya
Karena pengelolaan investasi reksadana dilakukan oleh manajer investasi, maka sebaiknya investor pemula memilih manajer investasi berpengalaman, terpercaya dan memiliki kredibilitas yang baik.
Memilih manajer investasi yang memiliki kredibilitas tinggi ini tidak hanya mengelola dana anda, tetapi berpengaruh pada imbal hasil yang akan didapatkan dan meminimalisasi kerugian investasi.
Demikian ulasan mengenai investasi reksadana untuk pemula, semoga bermanfaat!
Tagged With : reksadana • reksadana untuk pemula