Rekor Baru Wall Street Didorong Kebijakan The Fed yang Dovish dan Pengecualian Sektor Teknologi
-
Dua Indeks Utama Mencetak Rekor Penutupan Tertinggi:
-
Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average berhasil mencatat rekor penutupan tertinggi baru pada Kamis (11/12).
-
Kenaikan ini didorong oleh respons positif investor terhadap pembaruan kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang dianggap lebih dovish (cenderung mendukung pelonggaran moneter) daripada perkiraan pasar.
-
Dow Jones melesat 646,26 poin (1,34%) menjadi 48.704,01, melampaui rekor sebelumnya pada 12 November.
-
S&P 500 menguat 14,32 poin (0,21%) menjadi 6.901,00, menembus rekor penutupan pada 28 Oktober.
-
-
Indeks Nasdaq dan Sektor Teknologi Melemah:
-
Berbeda dengan Dow dan S&P 500, indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi justru turun 60,30 poin (0,25%) menjadi 23.593,86.
-
Pelemahan ini disebabkan oleh laporan keuangan dan panduan dari perusahaan perangkat lunak besar, Oracle, yang memicu kehati-hatian investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI).
-
-
Faktor Pendorong dari Federal Reserve (The Fed):
-
Investor masih mencerna keputusan kebijakan The Fed pada Rabu (10/12) yang menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
-
Meskipun Ketua The Fed, Jerome Powell, mengisyaratkan jeda dalam pelonggaran lebih lanjut, investor merasa lega karena proyeksi suku bunga The Fed masih menunjukkan ruang untuk pemangkasan lanjutan di masa depan.
-
Kelonggaran ini dinilai penting di tengah kekhawatiran mengenai inflasi yang masih tinggi dan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja.
-
-
Data Ketenagakerjaan AS Mendukung Sentimen Dovish The Fed:
-
Data klaim tunjangan pengangguran dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan kenaikan menjadi 236.000 pada pekan yang berakhir 6 Desember, lebih tinggi dari perkiraan 220.000.
-
Kenaikan klaim pengangguran ini sering diartikan sebagai tanda pelemahan pasar tenaga kerja, yang dapat memberi The Fed alasan tambahan untuk melanjutkan pelonggaran moneter.
-
-
Dampak Negatif Laporan Keuangan Oracle terhadap Sektor AI:
-
Saham Oracle anjlok 10,8%, mencatat penurunan harian terbesar sejak akhir Januari.
-
Perusahaan tersebut memperingatkan bahwa belanja tahunan akan naik USD 15 miliar lebih tinggi dari rencana sebelumnya. Hal ini memicu kekhawatiran besar atas biaya dan kecepatan ekspansi perusahaan di sektor AI.
-
Kekhawatiran terhadap Oracle bahkan menyebabkan lonjakan biaya untuk mengasuransikan utangnya (melawan potensi gagal bayar), karena investor khawatir ketergantungan pada pembiayaan utang untuk ekspansi AI bisa mencerminkan “gelembung AI” yang mirip dengan kehancuran dotcom pada awal tahun 2000-an.
-
-
Perbedaan Kinerja Antar Sektor:
-
Sektor dengan kinerja terlemah adalah komunikasi dan teknologi, yang masing-masing turun 1% dan 0,6% dalam indeks S&P 500.
-
Indeks Semikonduktor Philadelphia, yang terkait erat dengan perdagangan AI, juga turun 0,8%.
-
Sebaliknya, sektor dengan kinerja terkuat adalah material (melompat 2,2%) dan keuangan (naik 1,8%), yang menjadi kontributor poin terbesar bagi S&P 500.
-
Di dalam indeks Dow, saham keuangan mendominasi penggerak, dengan Visa melonjak 6,1%, dan American Express, JP Morgan, serta Goldman Sachs semuanya naik lebih dari 2%.
-
-
Pereda Kekhawatiran AI dan Kinerja Saham Lain:
-
Saham Walt Disney naik 2,4% setelah mengumumkan investasi ekuitas sebesar USD 1 miliar di OpenAI, yang diyakini membantu meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap sektor AI.
-
Saham Broadcom turun 1,6% pada sesi reguler, namun kemudian naik 4% pada perdagangan setelah jam bursa setelah memproyeksikan pendapatan kuartal berjalan yang mengalahkan perkiraan Wall Street.
-
-
Volume Transaksi:
-
Volume transaksi di bursa AS mencapai 17,05 miliar saham, mendekati rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,39 miliar saham.
-