Punya Banyak Utang? Tetap Bisa Investasi Dengan 3 Tips Ini

Banyak alasan yang disebutkan saat orang merasa enggan untuk berinvestasi. Termasuk diantaranya tanggungan utang yang menumpuk. Utang saja banyak sekali, tidak bisa dibayar dengan gaji bulanan, jadi bagaimana bisa menabung dan berinvestasi? Padahal, ini merupakan mindset yang keliru.

Apabila Anda tidak pernah berpikir untuk menabung dan berinvestasi, bagaimana mungkin Anda akan bisa keluar dari keterpurukan finansial? Ingat, untuk menjadi “orang kaya”, Anda tak hanya harus bebas utang, melainkan juga punya aset berharga sendiri. Sebaliknya, jika setiap saat hanya memikirkan bagaimana caranya untuk menutup utang, maka malah akan melahirkan situasi “gali lubang, tutup lubang”.

Periksa Hasil Trading Forex Mengecewakan

Jadi, punya utang yang banyak bukanlah alasan untuk tidak berinvestasi. Namun, bagaimana caranya mengalokasikan dana untuk investasi, jika gaji bulanan saja pas-pasan untuk bayar utang dan kebutuhan sehari-hari? Cobalah tiga tips ini:

1. Catat Semua Pendapatan dan Pengeluaran

Apakah saat ini Anda sudah memiliki pembukuan, atau justru uang hanya keluar-masuk dompet tanpa catatan apa-apa? Jika Anda belum punya pembukuan, maka mulailah sekarang juga. Catatan ini tak perlu rumit, cukup buat lima kolom tanggal, keterangan, debet, kredit, dan saldo. Sangat sederhana, tetapi multiguna.

Dengan mencatat setiap pendapatan dan pengeluaran, maka Anda bisa mengidentifikasi pengeluaran apa saja yang bersifat urgen dan pengeluaran mana yang tidak terlalu penting atau bisa diefisienkan. Pencatatan juga akan membuat Anda berpikir dua kali saat akan membeli barang yang sifatnya hiburan atau di luar kebutuhan pokok.

2. Buat Rencana Efisiensi Anggaran

Setelah mengetahui gaji Anda digunakan untuk apa saja, Anda sekarang bisa membuat rencana untuk efisiensi anggaran. Umpamanya, Anda melihat ada pengeluaran untuk makan siang sebesar Rp300,000 per minggu, karena Anda pasti jajan di luar. Padahal, jika Anda membawa bekal sendiri, maka anggaran itu mungkin bisa ditekan hingga Rp100,000 per minggu.

Baca Juga:   Jumlah Investor Reksa Dana Indonesia Meningkat Pesat

3. Sisihkan Recehan Untuk Investasi

Selama masih menanggung utang, barangkali akan sulit menyisihkan dana dalam jumlah besar untuk berinvestasi. Namun, setelah melakukan efisiensi, tentunya akan ada “dana sisa” yang bisa dialokasikan untuk investasi, meski hanya sedikit. Bahkan Rp10,000 per minggu pun bisa.

Saat ini, sudah banyak aplikasi investasi reksa dana online yang dapat dimulai hanya dengan dana sebesar Rp10,000. Meski kelihatannya receh, tetapi akumulasinya dalam jangka panjang bisa menjadi hadiah kejutan bagi Anda di masa depan. Kuncinya hanya satu: mulai investasi dari sekarang, tanpa menunda-nunda karena alasan apapun.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar