Harga emas hari ini (26/12/2025) mencetak rekor tertinggi baru di pasar internasional, yaitu pada level 4.533 Dolar AS per troy ons. Dengan demikian, harga emas meningkat sekitar 72,30% sejak awal tahun 2025. Apakah kenaikan harga yang mengagumkan ini akan berlanjut sampai tahun 2026?

Mayoritas pakar dari lembaga keuangan dunia berpendapat prospek harga emas tahun 2026 masih bullish, alias berpotensi naik terus. Kenaikannya mungkin tidak sefantastis tahun 2025, tetapi target harga akhir tahun 2026 masih jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Berikut ini prospek harga emas tahun 2026 menurut beberapa pakar ternama:
- World Gold Council memproyeksikan permintaan emas institusional yang sangat besar akan mendorong kenaikan harga emas tahun 2026 sampai 5-15%, atau lebih besar lagi jika kondisi perekonomian terus memburuk.
- JP Morgan memprediksi harga emas akan menuju 5000 Dolar AS per troy ons pada akhir tahun 2026, dan bahkan dapat mencapai 6000 Dolar AS dalam jangka panjang.
- Goldman Sachs memperkirakan harga emas bakal menjangkau 4.900 Dolar AS per troy ons per bulan Desember 2026.
- HSBC menilai rerata harga emas tahun 2026 sekitar 3.950 Dolar AS per troy ons, atau lebih tinggi lagi jika situasi pasar masih bergejolak.
Mereka menyebutkan banyak faktor yang bersifat bullish bagi prospek harga emas tahun 2026, terutama gejolak geopolitik dan pembelian emas oleh bank sentral yang terus meningkat. Selain itu, daya tarik emas juga meningkat gegara kekhawatiran pasar terkait ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan kemunduran ekonomi global.
Sebagaimana diketahui, emas terkenal sebagai aset “safe haven” alias pelindung kekayaan pada masa krisis dan gejolak ekonomi. Saat investor individual ataupun institusional pesimistis terhadap prospek ekonomi ke depan, mereka cenderung meningkatkan porsi emas dalam portofolionya. Hal ini terbukti melatarbelakangi kenaikan harga emas sepanjang tahun 2025, dan kemungkinan juga bakal mendorong minat beli logam mulia terus sampai tahun 2026.
Di sisi lain, sedikit sekali risiko bearish yang mengancam harga emas. Risikonya hanya dua, yakni kemungkinan terjadinya aksi ambil untung (jual emas besar-besaran) karena harga emas sudah naik sangat pesat selama tahun 2025 dan/atau kurs Dolar AS mulai menguat kembali.
Tagged With : analisa fundamental • investasi emas • logam mulia