Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang akan membuat kebijakan hingga inflasi mereda, membuat indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup meningkat pada penutupan perdagangan Rabu (8/3/2023). Imbal hasil US Treasury atau obligasi pemerintah AS juga mengalami kenaikan.
Mengutip Reuters, Kamis (9/3), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 58,06 poin atau 0,18 persen menjadi 32.798,4, S&P 500 (.SPX) memperoleh 5,64 poin atau 0,14 persen menjadi 3.992.01 dan Nasdaq Composite (.IXIC) menambah 45.67 poin atau 0,4 persen menjadi 11.576,00.
Wall street dinilai bersosialisasi antara keuntungan dan kerugian sepanjang hari. Hal ini terlihat Nasdaq bergabung dengan S&P 500 di wilayah positif pada penutupan perdagangan serta Dow merilis kerugian.
Direktur Pelaksana JPMorgan Private Bank David Carter mengungkapkan pada hari kedua di Capitol Hill, Powell mengulangi pesannya yang hawkish bahwa suku bunga utama dapat dinaikkan lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya. Namun, ia menekankan keputusan kebijakan bank sentral tetap tergantung data.
“Kemarin Fed membuka pintu untuk kenaikan suku bunga yang lebih banyak dan tidak menutupnya hari ini,” kata Carter di New York.
Menurutnya, ada banyak ketidakpastian tentang kapan kenaikan inflasi akan berakhir. “Tetapi tidak ada yang tahu di mana garis finish ini, atau jika ada satu bukit panjang lagi,” jelasnya.
Selain itu, lowongan pekerjaan tetap meningkat. Kemudian, penggajian swasta melebihi perkiraan konsensus dan permintaan untuk pinjaman rumah meningkat, meskipun harganya naik.
“Jika peningkatan di masa depan didasarkan pada data ekonomi, data ekonomi terus melukis gambaran yang tidak jelas, yang menunjukkan jalur kenaikan suku bunga di masa depan juga tidak jelas,” tambah Carter.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada Kamis (9/3). Pada perdagangan Rabu (8/3), IHSG ditutup menguat 0,14 persen di level 6.776,370.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi memprediksi IHSG akan menguji zona resisten di level 6.850, dengan pivot point pada 6.800 dan support di posisi 6.750.
Ia mengatakan pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi sentimen kemungkinan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) lebih dari 25 bps pada Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC) 22 Maret 2023 mendatang.
“Hal ini memicu spekulasi bahwa RDG BI akan lebih dulu menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps,” tutur Alrich dalam risetnya.
Meski demikian, kondisi sebaliknya justru ditunjukkan data domestik, yaitu Indonesia Consumer Confidence Index (CCI) di tingkat 122.4 pada Februari 2023, relatif bertahan dari tingkat 123 pada bulan sebelumnya.
“Hal ini memperkuat keyakinan bahwa konsumsi domestik masih cukup kuat dan diperkirakan dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi di Q1-2023,” ujar Alrich.
Alrich merekomendasikan pelaku pasar mencermati potensi rebound pada TLKM, JSMR, CPIN, UNVR, dan TOWR. Selain itu, saham lain yang berpotensi adalah BBCA dan BBNI.
Terpisah, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebut IHSG menguji support krusial pada tingkat 6.712 yang dibentuk oleh Fibonacci retracement 61,8 persen dari wave a sebagai target koreksi ideal wave b.
“Hal ini akan membuka peluang untuk rebound dan memulai pembalikan tren selama penutupan harian tetap di atas 6712. Level support IHSG berada di 6712, 6644 ,dan 6617 sementara level resisten-nya di 6828, 6890 dan 6968,” tulis Ivan pada risetnya.
“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish,” lanjutnya.
Berikut rekomendasi saham dari Bina Artha Sekuritas: ASII, INCO, MDKA, PTBA, UNVR.