Pada akhir perdagangan Senin (7/11/2022), indeks utama Wall Street ditutup menguat. Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham Meta Platform usai rencana PHK ribuan karyawan pada pekan ini.
Dikutip Reuters (8/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 1,31 persen, S&P 500 (.SPX) naik 0,96 persen dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 0,85 persen.
Dari 11 indeks sektor S7P 500, delapan sektor naik, dipimpin oleh sektor layanan komunikasi yang naik 1,83 persen, diikuti oleh kenaikan sektor energi 1,73 persen.
Saham Amerika Serikat (AS) menguat karena investor mempertimbangkan hasil pemilihan paruh waktu Selasa. Kongres yang terbagi biasanya dipandang baik untuk pasar, harapan ekonomi AS kehilangan momentum yang cukup bagi The Fed untuk memperlambat laju pengetatan moneter mendorong dolar lebih rendah
Inflasi yang lebih lambat mengikuti tanda-tanda laporan ketenagakerjaan AS Jumat pada Oktober menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mendingin kearah positif untuk risk appetite dan negatif untuk dolar, setidaknya untuk jangka pendek.
Dolar juga berada di bawah tekanan karena para pedagang berpegang pada spekulasi bahwa China dapat meredam beberapa pembatasan COVID-nya setelah pemerintah pada hari Senin mengindikasikan akan memudahkan orang untuk masuk dan keluar dari ibukota.
Laporan pekerjaan AS yang relatif kuat pekan lalu memastikan The Fed tidak akan terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan, meskipun laju kenaikan suku bunga mungkin melambat karena bank sentral AS mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, pandangan yang menekan imbal hasil Treasury lebih tinggi.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Selasa (8/11). Pada perdagangan hari Senin (7/11), IHSG ditutup menguat 56,869 poin (0,81 persen) ke level 7.102,396.
Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berada di level support antara 6.982, 6.937 dan 6.892. Sedangkan level resisten di kisaran 7.100, 7.137 dan 7.200.
“IHSG ditutup di atas 7.100 dan garis SMA-60, sehingga hal ini mengindikasikan potensi berlanjutnya tren naik menuju zona resisten 7.200-7.242 apabila IHSG menembus di atas 7.137,” kata Ivan dalam risetnya, Selasa (8/11/2022).
Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher mengatakan secara teknikal candlestick membentuk long white body didukung goldencross pada MA50 mengindikasikan potensi penguatan. Pergerakan masih akan didorong optimisme data ekonomi yang cukup kuat serta rencana pembagian dividen oleh beberapa emiten.
Adapun beberapa rekomendasi saham oleh Dennies, yaitu saham TKIM dan LSIP.