Pasca Pengambilalihan Credit Suisse oleh UBS, Wall Street Menguat

Saham indeks Wall Street Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan, Senin (20/3). Hal tersebut dipengaruhi oleh kesepakatan untuk menyelamatkan Credit Suisse dan upaya bank sentral Swiss untuk meningkatkan kepercayaan investor pada sistem keuangan global.

Mengutip Reuters, Selasa (21/3), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 382,6 poin, atau 1,2 persen, menjadi 32.244,58, S&P 500 (.SPX) naik 34,93 poin, atau 0,89 persen, menjadi 3.951,57 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 45,03 poin, atau 0,39 persen, menjadi 11.675,54.

Di mana, UBS setuju untuk membeli saingannya Credit Suisse, Minggu (19/3), senilai USD 3,23 miliar. Dalam prosesnya, Bank Sentral Swiss utama bergerak meningkatkan aliran uang tunai dengan turun tangan lewat menjanjikan pinjaman hingga 100 miliar franc Swiss ($ 108 miliar) untuk mendukung pengambilalihan tersebut.

Pasalnya, runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank di AS cukup mengguncang pasar awal bulan ini. Sehingga mempengaruhi saham perbankan dan kekhawatiran pengetatan moneter akan resesi.

Saham Credit Suisse yang terdaftar di AS turun 53 persen pada hari Senin, sementara saham Grup UBS naik 3,3 persen.

Signature Bank Diselamatkan, New York Community Bancorp

Anak perusahaan dari New York Community Bancorp (NYCB), Flagstar Bank, telah menandatangani perjanjian dengan regulator Amerika Serikat (AS) untuk membeli simpanan dan pinjaman dari Signature Bank. Upaya itu membantu optimisme investor, dan saham New York Community Bancorp naik 31,7.

“Di mana ada bank lain yang masuk, itu adalah faktor yang membantu mendukung kepercayaan pada sistem perbankan. Ini membantu menghentikan kepanikan dan ketakutan.” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, North Carolina seperti dikutip Reuters.

Sementara itu pelaku pasar juga mempertimbangkan kemungkinan jeda kenaikan suku bunga dari Federal Reserve (THe Fed) di minggu ini. Banyak pelaku pasar telah mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps).

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (21/3). Pada perdagangan Senin (20/3), IHSG ditutup melemah 65,747 poin (0,98 persen) ke level 6.612,490.

Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan support IHSG berada di 6.542 dan 6.509, serta resistance di posisi 6.695 dan 6.731.

“Diperkirakan saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave c dari wave (v) dari wave [c] dari wave B pada label hitam, hal tersebut berarti IHSG berada pada uptrend jangka pendeknya untuk menguji rentang 6.683-6.731,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/3).

Pada label merah, koreksi IHSG ini sedang membentuk wave ke rentang 6.731-6.960 pada triangle pattern-nya.Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memproyeksi IHSG fluktuatif di rentang 6.585-6.680.

“Secara teknikal, proyeksi ini juga didasari oleh volume transaksi yang relatif kecil dibandingkan rata-rata sepanjang 2023,” kata Alrich.

Menurut Alrich, kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa pelaku pasar cenderung wait and see jelang pengumuman hasil FOMC pada 22 Maret 2023. Pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Lebih lanjut, pasar juga berharap memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed terutama mengenai terminal rate.

“Dari dalam negeri, BI telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di 5,75 persen pada pekan lalu. Hal ini menjaga confidence pelaku pasar di tengah sentimen negatif penutupan dua bank regional di AS,” lanjutnya.

MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu ANTM, CSRA, DMAS, dan LSIP.

  1. ANTM – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 1.700-1.785

Target Price: 1.980, 2.150

Stop loss: below 1.535

 

  1. CSRA – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 570-590

Target Price: 630, 700

Stop loss: below 560

  1. DMAS – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 162-164

Target Price: 168, 172

Stop loss: below 161

  1. LSIP – Spec Buy

Target Buy: 900 -1.000

Target Price: 1.040, 1.075

Stop loss: below 985

 

Leave a Comment