Panduan Membeli Perhiasan Emas Online yang Menguntungkan

Saat ini, penjual perhiasan emas online semakin menjamur di mana-mana. Baik media sosial maupun marketplace sama-sama menjadi medium jual-beli yang laris manis. Namun, kita sebagai calon buyer juga harus memahami bahwa transaksi logam mulia secara online itu membawa risiko tersendiri.

Tak sedikit kasus transaksi jual beli perhiasan emas online yang berujung kekecewaan. Bisa jadi karena seller yang berniat jahat, tetapi bisa juga karena buyer yang salah memahami deskripsi seller. Bukannya untung, malah buntung. Untuk itu, ada baiknya memperhatikan lima (5) panduan membeli perhiasan emas online berikut ini agar Anda tidak salah pilih seller maupun produk:

1. Pilih Seller Terpercaya

Jangan mudah tergiur oleh promo ataupun janji-janji bermodal foto KTP orang antah berantah. Perhatikan kredibilitas seller dengan cermat. Apabila seller bertempat di marketplace, pastikan sudah mendapatkan simbol kredibilitas dari pengelola marketplace dan mempunyai banyak testimoni bagus. Apabila seller memiliki situs web atau media sosial sendiri, crosscheck reputasinya via Google untuk mengetahui latar belakang perusahaan.

Panduan Membeli Perhiasan Emas Online yang Menguntungkan

2. Pahami Ukuran Kemurnian Emas

Banyak pembeli perhiasan emas online yang mengira produk jualan seller itu palsu karena mengakibatkan alergi. Padahal, alergi dapat disebabkan karena kadar kemurnian emas terlalu rendah (di bawah 18K), sedangkan pengguna menderita alergi terhadap logam campurannya (biasanya nikel).

Jadi, apakah kita harus mencari perhiasan emas 24k? Tidak juga. Perhiasan emas 24k memiliki kemurnian 99.9%, tetapi karakternya terlalu lunak dan tidak cocok untuk perhiasan. Kombinasi emas dan logam lain merupakan pilihan terbaik bagi perhiasan. Hanya saja, sebaiknya pilihlah perhiasan berukuran 22k (91.67% emas) atau 18k (75% emas).

3. Pastikan Keberadaan Sertifikat Keaslian atau Nota Pembelian

Sekedar kata-kata “gelang 22 karat” saja belum tentu dapat dipercaya. Anda harus memastikan bahwa kata-kata itu didukung dengan sertifikat keaslian atau nota pembelian berstempel. Hal ini bukan hanya menjamin keaslian produk yang Anda beli, tetapi juga dapat melancarkan proses gadai dan penjualan kembali di kemudian hari.

Baca Juga:   Inflasi Naik? Tak Usah Khawatir, Investasi Emas Bisa Jadi Solusi

4. Pahami Jargon Umum Terkait Perhiasan Emas

Tahukah Anda, salah satu istilah yang sering menyesatkan pembeli perhiasan emas adalah “gold-plated”. Banyak yang mengira kalau itu sama saja dengan perhiasan emas. Padahal, “gold-plated” artinya lapisan warna emas disepuh di atas logam lain. Dalam jangka panjang, warna emasnya akan memudar karena bukan perhiasan emas sungguhan.

5. Periksa Aturan Garansi dan Kebijakan Buyback

Membeli perhiasan online sering menjadi rumit bukan hanya karena masalah keaslian emas, melainkan juga ukuran perhiasan dan selera pembeli. Dua cincin yang berukuran 14 belum tentu berukuran sama, meski dijual oleh seller yang sama. Pembeli yang awalnya tertarik melihat foto produk di layar ponsel, belakangan juga bisa menilai desain produk fisiknya tidak sesuai keinginan.

Inilah alasan mengapa Anda perlu memeriksa aturan garansi dan kebijakan buyback dari pihak seller. Kebijakan buyback yang bagus juga akan sangat menguntungkan Anda jika kelak perlu menjual kembali perhiasan emas untuk merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga.

Tagged With :

Leave a Comment