Begini Cara Menghitung Pajak Deposito yang Benar

XM broker promo bonus

Deposito masih menjadi pilihan investasi yang dipilih banyak orang karena risikonya yang rendah dan keuntungannya pun lumayan. Meskipun mendapatkan bunga yang cukup besar dibandingkan tabungan biasa, kamu akan tetap dibebankan pajak deposito yang persentasenya biasanya sebanyak 20%. 

Pemotongan pajak ini sesuai dengan aturan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 4 ayat 2 yang menyebutkan persentase pajak dalam deposito sebesar 20%  jika nominal deposito yang disetorkan di atas Rp7.500.000

Tak perlu khawatir uang yang kamu setorkan untuk deposito akan dipotong, karena pajak diambil dari bunga deposito yang kamu dapatkan dan tidak berpengaruh pada setoran pokok. Sehingga, keuntungan akhir yang kamu dapatkan sudah termasuk pemotongan dari pajak. 

pajak deposito

Ketentuan pajak deposito dan dasar hukumnya

Pajak deposito diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 tentang pengecualian pemotongan PPh atas bunga deposito, tabungan dan diskonto SBI yang menerangkan jika pajak untuk akun deposito di bawah Rp7,5 juta adalah Rp0 atau tidak dikenai biaya pajak. 

Sehingga, ketika setoran deposito kamu mencapai atau lebih dari 7,5 juta, maka kamu wajib membayar pajak atas bunga deposito yang kamu dapatkan sebesar 20%.

Aturan mengenai pajak dalam instrumen deposito juga diatur dalam KMK-51/KMK.04/2001 yang menyatakan bahwa, bunga yang harus dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud adalah bunga yang diterima atau diperoleh dari deposito dan tabungan yang ditempatkan di luar negeri melalui bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. 

Bagaimana cara menghitung pajak deposito?

Untuk mengetahui keuntungan yang kamu dapatkan, kamu bisa melakukan simulasi dengan menghitung sendiri suku bunga serta pajak dari nominal uang yang akan kamu setorkan. 

Sebagai contoh, kamu akan menyetorkan deposito sebanyak Rp100 juta dengan total bunga deposito sebanyak 5% per tahunnya dalam jangka waktu 12 bulan. 

Maka perhitungan bunga deposito dan pajaknya adalah: 

Bunga deposito:

Baca Juga:   Investasi untuk Berhaji, Lebih Baik Tabungan Haji atau Deposito Syariah?

Setoran awal x bunga x jangka waktu/12 bulan

Rp500 juta x 5% x 12/12 = Rp25 juta

Bunga deposito per bulan: Rp2.083.333

Pajak deposito:

Persentase pajak x bunga deposito per bulan

20% x Rp2.0833.333 = Rp416.666

Pajak per tahun Rp 416.666 x 12 = Rp5 Juta

Dari perhitungan di atas, maka keuntungan total yang akan kamu dapatkan setelah dipotong pajak yakni sebesar Rp20 juta dan total pengembalian yang akan kamu dapatkan yakni sebesar Rp120 juta. 

Bagaimana cara memilih deposito yang aman?

Setelah mengetahui pengertian pajak deposito dan juga perhitungannya, kini kamu juga harus mengetahui cara memilih deposito yang aman. Simak tips berikut ini.

Pilih deposito yang sesuai dengan kebutuhan

Sebagai informasi, ada 3 jenis deposito yang bisa kamu pilih, yakni deposito berjangka, deposito on call dan juga sertifikat deposito. 

Masing-masing jenis deposito ini memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Berikut penjabarannya.

  • Deposito berjangka

Deposito berjangka memiliki tenor mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Setoran awal untuk deposito berjangka biasanya mulai dari Rp10 juta, namun, ada juga beberapa bank yang menentukan setoran awal di bawah Rp10 juta. 

Jenis deposito ini paling sering dipilih karena persyaratannya cukup mudah dan bisa digunakan untuk investasi dalam jangka waktu lama. Pencairannya bisa dilakukan setelah jatuh tempo.

  • Deposito on call

Jenis deposito ini memiliki tenor yang paling singkat, yakni mulai dari 1 hari hingga 28 hari. Untuk menggunakan deposito on call, sebaiknya kamu menghubungi pihak bank terlebih dahulu. 

  • Sertifikat deposito

Sertifikat deposito merupakan instrumen investasi deposito dalam bentuk sertifikat yang bisa diperjualbelikan. Setoran awal untuk sertifikat deposito cukup besar, yakni bisa mencapai Rp10 miliar dan keuntungannya bisa diambil di awal.

Dari ketiga jenis deposito di atas, pilihlah deposito sesuai dengan kebutuhanmu, ya. Jika ingin investasi jangka panjang dan keuntungan cukup besar, kamu bisa memilih sertifikat deposito

Pilih bank yang kredibel

Pastikan kamu memilih bank yang cukup kredibel, ya. Cari tahu terlebih dahulu mengenai sistem mereka, apakah mereka diawasi oleh OJK dan dijamin LPS atau belum. 

Selain itu, memilih bank dengan bunga yang cukup besar juga penting dilakukan agar keuntunganmu semakin meningkat. Selain itu, pastikan juga jika bank yang kamu pilih adalah bank yang sehat, sehingga keamanan dari uangmu bisa terjaga dengan baik. 

Pilih tenor sesuai kebutuhan

Pilih tenor sesuai dengan kebutuhanmu, ya. Yakni mulai dari waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan juga 24 bulan. 

Jika kamu ada rencana untuk melakukan kegiatan seperti renovasi rumah, sebaiknya pilih tenor deposito selama 3 bulan. 

Sebelum memilih deposito, kamu bisa menghitung sendiri keuntungan yang kamu dapatkan dengan menghitung bunga dan pajak deposito. 

Sebelum membuka deposito, pastikan juga kamu mengikuti tips-tips memilih deposito di atas, ya! Semoga bermanfaat.

Tagged With :

Leave a Comment