Muncul Kekhawatiran Resesi AS, Wall Street Anjlok

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Rabu (14/8). Kekhawatiran resesi AS terjadi setelah kurva imbal hasil pada obligasi pemerintah AS atau US Treasury terbalik untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.

Dilansir Reuters, Kamis (15/8), Dow Jones Industrial Average turun 800,49 poin atau 3,05 persen menjadi 25.479,42, indeks S&P 500 kehilangan 85,72 poin atau 2,93 persen menjadi 2.840,6, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 242,42 poin atau 3,02 persen menjadi 7.773,94.

Ketiga indeks utama AS ditutup turun sekitar 3 persen, dengan Dow Jones memposting penurunan satu hari terbesar sejak Oktober 2018, setelah yield US Treasury bertenor dua tahun melampaui tenor sepuluh tahun, yang dianggap sebagai sinyal resesi.

Tak hanya AS, data ekonomi China dan Jerman juga menunjukkan ekonomi global yang lemah akibat perang dagang dengan AS, China yang semakin sengit, ketidakpastian Brexit, dan ketegangan geopolitik.

“Itu semua negatif dan tidak terlalu positif hari ini. Pasar yang reaksioner sekarang dan mungkin akan terus berlanjut. Dugaan saya kita mungkin akan seperti ini sampai setelah Hari Buruh,” kata Chuck Carlson, Chief Executive Officer di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.

Kurva imbal hasil untuk US Treasury bertenor dua tahun dan sepuluh tahun terbalik sejak Juni 2007, mengindikasikan adanya resesi, yang melumpuhkan pasar selama bertahun-tahun.

Dikutip US Department of Treasury, imbal hasil US Treasury bertenor sepuluh tahun mencapai 1,596 persen, terendah sejak September 2016. Level ini menurun dibandingkan dengan hari sebelumnya yang mencapai 1,678 persen.

Bahkan pada Selasa (13/8), imbal hasil sepuluh tahun turun di bawah imbal hasil dua tahun atau terjadi pembalikan kurva imbal hasil. Meski demikian, imbal hasil pada US Treasury dua tahun saat ini berada di level 1,592 persen.

Baca Juga:   Apa Yang Harus Dilakukan Saat Investasi Saham Rugi?

Tak hanya itu, indeks volatilitas CBOE, yang mengukur kecemasan investor, melonjak 4,58 poin menjadi 22,10 persen.

“Mungkin kali ini berbeda. Bahkan jika itu akurat dalam pertanda resesi, itu tidak berarti itu akan datang besok,” jelasnya.

Seluruh sektor utama dalam S&P 500 ditutup di wilayah negatif, dengan energi, keuangan, bahan makanan, konsumen, dan layanan komunikasi semuanya turun lebih dari 3 persen.

Saham Macy’s Inc anjlok 13,2 persen setelah operator department store melewatkan estimasi laba kuartalan dan memangkas estimasi pendapatan setahun penuhnya.

Operator department store saingan Nordstrom Inc dan Kohls Corp masing-masing turun 10,6 persen dan 11,0 persen.

DPR AS meminta Mylan NV dan Teva Pharmaceutical Industries Ltd untuk menyerahkan dokumen sebagai bagian dari tinjauan terhadap kenaikan harga obat generik. Mylan turun 8,5 persen, sementara saham Teva yang terdaftar di AS merosot 10,5 persen.

Facebook Inc turun 4,6 persen di tengah berita bahwa regulator utama Uni Eropa sedang menyelidiki bagaimana perusahaan media sosial ini menangani data selama terenkripsi manual dari rekaman audio pengguna.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,68 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 7,47 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar