Minat Beli Saham Sawit? Perhatikan Faktor-faktor Berikut Ini

Harga saham emiten agri yang bidang usahanya berhubungan dengan kelapa sawit sempat meroket pada bulan Januari lalu. Pergerakan tersebut berhubungan dengan rilis rencana aturan pemerintah Malaysia serta proyeksi cuaca tahun ini.

Pada saat itu, ada laporan Reuters yang menyebutkan bahwa kementrian industri Malaysia akan meningkatkan jumlah minyak kelapa sawit dalam campuran biodisel menjadi 20% pada tahun 2020; naik dari penggunakan minyak sawit dengan level 10% dalam program B10 yang sedang berlangsung. Di sisi lain, terdapat kemungkinan terjadinya El-Nino yang berpotensi menghambat produksi kelapa sawit di Asia Tenggara.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Sawit

Sebagaimana lazimnya hukum permintaan dan penawaran yang berlaku dalam ilmu ekonomi, harga CPO (Crude Palm Oil) diperkirakan naik lantaran ekspektasi pasar akan meningkatnya permintaan yang bertepatan dengan penurunan pasokan. Sejalan dengan itu, meningkat pula harga saham-saham sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Dari fenomena ini, kita dapat menyimpulkan bahwa selain ditentukan oleh kondisi perusahaan emiten sendiri, harga saham sawit dipengaruhi oleh empat faktor berikut ini:

  1. Peraturan pemerintah, khususnya di negara-negara konsumen CPO terbesar seperti Indonesia dan Malaysia.
  2. Proyeksi permintaan sawit di masa depan. Peningkatan permintaan berkorelasi positif dengan harga CPO.
  3. Kondisi cuaca di kawasan penghasil CPO. Apabila cuaca bagus, maka pasokan CPO akan melimpah dan harganya bisa berkurang. Sebaliknya, jika cuaca diperkirakan memburuk, maka pasokan CPO akan berkurang dan harganya kemungkinan akan meningkat.
  4. Meningkatnya penerapan bahan bakar terbarukan, khususnya yang berbahan pokok sawit. Dalam hal ini, perlu diperhatikan pula bahwa bahan bakar terbarukan bisa bersumber dari berbagai tanaman. Peningkatan adopsi bahan bakar terbarukan dari sumber lain, justru bisa berimbas negatif terhadap harga CPI.

Setiap faktor tersebut dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu, sehingga mengakibatkan perubahan fundamental atas prospek saham-saham sawit.

Apabila Anda berminat untuk berinvestasi pada saham-saham sawit dan kelewatan momen kenaikan harga bulan lalu, tak perlu kecewa. Cobalah evaluasi kembali keempat faktor tersebut dan bandingkan dengan posisi harga saham-saham terkait saat ini. Siapa tahu, masih ada peluang untuk beli.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar