Menakar Prospek IPO Saham Superbank, Bagaimana Valuasinya?

Kabar IPO saham Superbank menarik perhatian investor Indonesia belakangan ini. Segera setelah prospektus dirilis, jadwal IPO saham Superbank beserta rincian lainnya langsung menjadi bahan analisis dan diskusi di media sosial dan forum investasi lainnya. Bagaimana sebenarnya prospek IPO saham Superbank dan valuasinya?

Menakar Prospek IPO Saham Superbank

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) merupakan salah satu operator bank digital terpopuler di Indonesia. Setelah masuk dalam grup Emtek pada tahun 2021, perseroan terus berkembang selaras dengan jaringan kerjasama strategisnya yang makin menggurita.

Layanan Superbank mencakup beragam jenis tabungan dan deposito dengan suku bunga yang menggiurkan. Selain itu, Superbank menawarkan pinjaman tanpa agunan dan pinjaman dengan kemitraan lembaga multifinance.

Superbank telah membukukan sekitar 4,000,000 pengguna aktif per tanggal 30 Juni 2025. Aplikasi digitalnya juga telah terintegrasi dengan Grab dan OVO sejak bulan Juni 2024, sehingga memungkinkan Superbank untuk menjangkau jauh lebih banyak klien potensial.

Superbank berencana melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SUPA. Mereka menawarkan 13% dari total sahamnya kepada publik dengan perkiraan harga penawaran awal antara Rp525-Rp695 per lembar. Penjamin emisinya terdiri atas Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, CLSA Sekuritas Indonesia, dan Sucor Sekuritas.

Jadwal IPO saham Superbank sebagai berikut:

  • Perkiraan Masa Penawaran Awal : 25 November – 1 Desember 2025
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 8 Desember 2025
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 10 – 15 Desember 2025
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan Saham: 15 Desember 2025
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 16 Desember 2025
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham: 17 Desember 2025

Dari aksi korporasi ini, Superbank kemungkinan akan mendulang dana segar senilai Rp2,3 triliun – Rp3,1 triliun. Sekitar 70% akan dipergunakan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan, sedangkan sisanya untuk belanja modal yang mendukung kegiatan usaha perseroan.

Rekam jejak keuangan Superbank cukup menarik. Perseroan masih tekor pada tahun 2024, tetapi sudah berhasil mengubah nasib dan meraup laba sebesar Rp20,51 miliar per bulan Juni 2025. Perbaikan kinerja terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan efisiensi operasional. Perseroan juga berhasil menekan non-performing loan sampai 2,7% secara bruto dan 0,98% secara neto.

Bagaimana valuasi IPO saham Superbank? Berdasarkan rentang harga yang tercantum pada prospektus, saham Superbank akan memiliki nilai buku Rp157,2 dan price-to-book value (PBV) antara 3,33x – 4,42x.

Nilai PBV tersebut menjadikan saham Superbank terbilang “mahal” secara umum, tetapi tidak menyimpang terlalu jauh dari saham bank digital lain yang sudah lama melantai di bursa. Saham Allo Bank Indonesia (BBHI) saat ini berada pada Rp1500 dengan PBV 4,4x. Saham Bank Jago Indonesia (ARTO) senilai Rp2030 dengan PBV 3,2x. Sementara itu, Bank Neo Commerce (BBYB) memiliki PBV 1,3x dengan harga Rp434 per lembar dan Bank Amar Indonesia (AMAR) memiliki PBV 1,2x dengan harga Rp232 per lembar.

Tagged With :

Leave a Comment