Harga emas menunjukkan kinerja yang mengecewakan pada tahun 2021 lalu. Alih-alih melanjutkan kenaikan yang telah berlangsung sejak 2020, harga emas spot di pasar internasional malah melemah dari kisaran USD1900 ke USD1800. Bagaimana prediksi harga emas tahun 2022? Apakah berpeluang beli atau jual?

Pertama-tama, kita perlu membedah beberapa faktor utama yang kemungkinan memengaruhi harga emas tahun 2022. Sedikitnya terdapat empat faktor sebagai berikut:
- Pandemi COVID-19: Lonjakan harga emas pada tahun 2020 awalnya terpacu oleh kepanikan masyarakat dalam menghadapi pandemi. Seiring dengan memudarnya kekhawatiran terhadap pandemi, harga emas pun semakin melandai. Pertanyaannya, apakah pandemi akan terus berlanjut dengan gelombang-gelombang dan varian-varian baru pada tahun 2022? Apabila masyarakat tak lagi menganggapnya sebagai ancaman, maka berkuranglah alasan orang-orang untuk membeli logam mulia. Pada gilirannya, penurunan permintaan atas emas dapat mengurangi momentum pergerakan harga.
- Kebijakan Moneter Bank Sentral: Harga emas sebelumnya juga tersokong oleh kebijakan moneter bank-bank sentral sedunia yang cenderung menerapkan suku bunga sangat rendah dan menggelontorkan stimulus dalam jumlah besar. Asalkan arah kebijakan itu berlanjut, harga emas akan tertopang. Sayangnya, Federal Reserve AS telah mensinyalkan niat untuk mengurangi stimulus dan menaikkan suku bunga dalam tahun ini. Bank-bank sentral utama lain pun bakal meneladaninya.
- Masalah Geopolitik: Isu geopolitik acap menjadi kuda hitam bagi pergerakan harga emas dari tahun ke tahun. Masalahnya, kita tak mungkin memprediksi kemunculan perang, sengketa antar negara, atau konflik serupa. Yang jelas, ketegangan berpotensi mendukung harga emas -sedangkan perbaikan situasi akan mengurangi momentum emas-.
- Pembelian Bank Sentral: Pada tahun 2020, pandemi memaksa sejumlah bank sentral menyetop pembelian cadangan emas untuk melindungi kekayaan negaranya. Tapi aksi beli emas oleh para pemain besar itu sudah dimulai lagi pada tahun 2021. Cadangan emas tercatat meningkat di negara-negara Serbia, India, Turki, Brazil, dan lain-lain. Apabila permintaan bank sentral tetap tinggi dalam tahun 2022, harga emas mungkin terus tertopang meski permintaan masyarakat berkurang.
Dua faktor berpotensi positif bagi harga emas, sedangkan dua lagi berpotensi negatif. Jadi, bagaimana pandangan para analis tentang prediksi harga emas tahun 2022 di tengah situasi ini?
Konsensus memperkirakan harga emas akan bertahan dalam rentang di sekitar levelnya saat ini, yakni antara USD1700-USD1900. Namun, prediksi para analis berkisar antara di bawah dan di atas rentang tersebut.
Analis dari ANZ Bank dan OCBC Bank memperkirakan pemulihan ekonomi global akan terus berlanjut. Oleh karena itu, harga emas akan jatuh ke kisaran USD1500-USD1600 per ons seiring dengan meningkatnya suku bunga.
BMO Capital Markets, UBS Global Wealth Management, dan Reuters, kompak memperkirakan harga emas pada tahun 2022 akan berada di antara USD1700-USD1800 per ons. Yang paling ekstrim, Damien Courvalin dari Goldman Sachs menilai harga emas punya peluang untuk mencapai USD2000 pada akhir kuartal I/2022.
Tagged With : analisa fundamental • investasi emas • logam mulia