Laporan Keuangan Apple & Google Mengecewakan, Wall Street Melemah

Pada penutupan perdagangan, Jumat (3/2/2023), indeks saham utama Amerika Serikat, Wall Street, berakhir lebih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh hasil laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet, Amazon, dan Apple yang mengecewakan.

Mengutip Reuters (6/2), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 127,93 poin, atau 0,38 persen, menjadi 33.926,01, S&P 500 (.SPX) kehilangan 43,28 poin, atau 1,04 persen, menjadi 4.136,48 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 193,86 poin, atau 1,59 persen , menjadi 12.006,96.

Meski begitu, secara mingguan indeks S&P 500 naik 1,6 persen, Dow turun 0,15 persen, dan Nasdaq naik 3,3 persen.

Di mana pada tahun lalu, pendapatan Apple meleset untuk pertama kalinya sejak 2016. Induk Facebook, Meta, juga mencatatkan penurunan pendapatan kuartal ketiga berturut-turut.

Sementara Google, mentorehkan bisnis periklanan inti menyusut. Serta Amazon menutup tahun terlemahnya di 2022, dalam 25 tahun perusahaan sejak IPO.

Meski begitu, Apple memperkirakan bahwa pendapatan akan turun untuk kuartal kedua berturut-turut tetapi penjualan iPhone kemungkinan akan meningkat karena produksi telah kembali normal di China.

Kemudian Amazon mengatakan laba operasi bisa turun menjadi nol pada kuartal saat ini karena penghematan dari PHK tidak menutupi dampak keuangan dari konsumen dan pelanggan cloud yang menekan pengeluaran.

Saham Alphabet juga turun 2,7 persen setelah induk Google membukukan laba kuartal keempat dan penjualan di bawah ekspektasi Wall Street.

Meski begitu, investor masih optimis indeks utama Wall Street memiliki awal yang solid untuk 2023, karena teknologi dan saham lain telah pulih, didorong oleh harapan bahwa kenaikan suku bunga Fed akan segera berakhir dan ekonomi mungkin dapat melewati ancaman resesi.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Senin (6/2). Selama sepekan, IHSG menguat sebesar 0,18 persen menjadi 6.911,732 dari 6.898,981 pada pekan sebelumnya.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memperkirakan IHSG kembali uji resistance 6.920 seiring terbentuknya golden cross pada pivot level di stochastic RSI. Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tetap waspadai potensi konsolidasi di atas support 6830, jika penguatan tertahan di resistance area tersebut,” tulis Alrich dalam risetnya, Senin (6/1).

Alrich mencermati pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat ke 4,84 persen yoy di kuartal IV 2022 dari 5,72 persen yoy di kuartal III 2022.

Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi secara tahunan diperkirakan berada di atas 5 persen yoy di 2022, dibandingkan 3,69 persen yoy di 2021.

Dari eksternal, ekspektasi pemulihan demand dari Tiongkok kembali meningkat setelah Pemerintah Tiongkok kembali membebaskan pembatasan dengan Hong Kong dan Makau.

“Ekspektasi pemulihan global demand juga ditopang kecenderungan perlambatan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed,” katanya.

Sedangkan tim riset MNC Sekuritas memproyeksi IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya namun cenderung terbatas. Adapun area penguatan IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.970-7.014.

“Namun demikian, tetap waspadai akan adanya koreksi IHSG ke rentang area 6.732-6.786, koreksi tersebut akan terkonfirmasi apabila IHSG menembus support di 6.827,” ungkap tim riset MNC Sekuritas.

 

Leave a Comment