Kontribusi Usaha Milik Wanita Terhadap Perekonomian: Peluang dan Tantangan

Di Amerika Serikat, bulan Oktober diperingati sebagai bulan kewirausahaan bagi kaum wanita. Terlepas dari alasan di balik penobatannya, kewirausahaan di kalangan wanita tidak bisa dianggap remeh. Trend yang sama terjadi di seluruh dunia. Lalu, muncul pertanyaan seperti apa kontribusi usaha milik wanita terhadap perekonomian? Di Amerika Serikat saja, terdapat lebih dari 14 juta unit usaha kecil yang pemiliknya adalah wanita. Angka ini setara dengan 40% dari seluruh unit usaha di negara ini. Tentunya, trend nya tidak jauh berbeda dari negara lainnya, termasuk di Indonesia.

Usaha yang dimiliki kaum wanita telah mencatatkan angka yang sangat signifikan, dan kontribusi usaha milik wanita terhadap perekonomian dunia juga meningkat dari waktu ke waktu. Selama masa pandemi, usaha-usaha yang dimiliki kaum wanita ini juga terdampak sangat parah, sehingga menyebabkan terjadinya perumahan jutaan tenaga kerja dan bahkan penutupan banyak unit usaha. Namun, kaum wanita kembali berperan dalam pemulihan perekonomian setelah berakhirnya pandemi.

kontribusi usaha milik wanita

Bagaimana Kontribusi Usaha Milik Wanita Dalam Perekonomian?

Bisnis yang dimiliki kaum wanita menunjukkan perkembangan yang luar biasa, meskipun di beberapa wilayah masih terdapat tindakan yang mempertanyakan kapasitas wanita sebagai pengusaha. Sikap diskriminatif ini khususnya terlihat pada unit usaha milik wanita berkulit hitam atau unit-unit usaha di Afrika. Padahal, usaha yang dimiliki kaum wanita tersebut menyerap banyak tenaga kerja. Andaikan mereka diberi peluang dan akses permodalan yang sama dengan usaha yang dimiliki kaum pria, maka dampaknya terhadap perekonomian akan semakin signifikan. Unit-unit usaha milik kaum wanita secara umum membutuhkan akses yang lebih kuat terhadap permodalan, peluang pendidikan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Dunia bisnis semakin mengakui keberadaan usaha milik kaum wanita. Bahkan, sejumlah laporan bisnis membahas khusus tentang kewirausahaan bagi wanita. Namun, isu tentang tantangan sistemik yang terus-menerus menghambat pertumbuhan kaum wanita sebagai pengusaha, terutama wanita kulit hitam, masih terus menjadi perbincangan. Masalah yang kerap menjadi sorotan adalah keterbatasan akses terhadap permodalan (termasuk yang disediakan oleh pemerintah) dan bantuan teknis.

Meski wanita dihadapkan pada sejumlah hambatan dalam mendirikan dan mengembangkan usahanya, para pemilik usaha ini adalah kekuatan yang menggerakkan perekonomian negara. Ada beberapa hal yang tidak bisa diabaikan ketika berdiskusi tentang kontribusi usaha milik wanita dalam perekonomian suatu negara, antara lain:

  • Mayoritas usaha milik wanita dalah usaha mikro, dengan jumlah karyawan kurang dari 50 orang. Wanita diakui mampu menggerakkan usahanya dalam tim yang lebih kecil. Kaum wanita dinilai memiliki sensitivitas yang lebih baik daripada pria dalam menggerakkan tim kerja.
  • Usaha mikro milik wanita berkontribusi besar terhadap pendapatan keluarga, bukan hanya oleh pemiliknya namun juga tenaga kerja yang ada di dalamnya (yang sebagian besar juga kaum wanita). Itulah sebabnya wanita disebut sebagai penggerak dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
  • Jika diberikan tool yang tepat dan sumber daya yang cukup, kaum wanita bisa berkontribusi besar untuk menaikkan derjat ekonomi keluarga, dan bahkan negara.
  • Jumlah wanita yang beralih ke sektor wiraswasta bertambah lebih cepat dibanding sebelumnya, karena semakin banyak waktu yang menyadari bahwa kepemilikan usaha menjanjikan stabilitas finansial yang lebih baik, fleksibilitas waktu, serta peluang untuk pertumbuhan secara profesional.

Kontribusi Usaha Milik Wanita Dalam Perekonomian: Tantangan Kedepan

Jumlah pemimpin wanita di dunia bisnis tumbuh lebih cepat dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, sejumlah tantangan masih dihadapi oleh para pengusaha wanita ini, terutama akses terhadap permodalan, ketersediaan ekuitas dan opsi modal bagi usaha yang dimiliki wanita atau kaum minoritas, serta kesenjangan jumlah peluang bisnis, dan berbagai tantangan lainnya. Agar kontribusi usaha milik wanita terhadap perekonomian semakin menguat, tentunya diperlukan kesadaran dan komitmen semua pihak untuk memberikan kesempatan yang sama kepada perusahaan yang dimiliki pria maupun wanita (tanpa tindakan diskriminatif).

Unit usaha milik wanita masih menjadi kekuatan yang menggerakkan dan mengembangkan perekonomian. Oleh sebab itu, harus ada upaya di sektor publik maupun swasta untuk memberdayakan kewirausahaan di kalangan kaum wanita. Jika diperlakukan sama, mereka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian, dan ikut berpartisipasi dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja di luar sana. Para pengusaha wanita ikut menggerakkan perekonomian dan masyarakat secara luas, dan kunci untuk memperkuat perekonomian nasional tentunya termasuk mendukung pertumbuhan usaha milik wanita.

Ini adalah masanya bagi kita untuk memperkuat kontribusi usaha milik wanita terhadap perekonomian daerah dan perekonomian nasional secara luas. Pemerintah, dunia usaha, dan bahkan perguruan tinggi mesti mengambil peran untuk membangun kewirausahaan di kalangan kaum wanita, meningkatkan ketersediaan alat dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha, serta memberikan akses yang sama terhadap permodalan, teknologi informasi, dan kapasitas teknis. Hasil yang diharapkan adalah pertumbuhan ekonomi yang dinikmati semua kalangan.

Tagged With :

Leave a Comment