Kewirausahaan bagi Wanita: Kunci Sukses Pulih dari Ekonomi Sulit?

Tahun 2020 tentunya merupakan masa yang sulit bagi ibu atau ayah yang bekerja. Sambil mencoba mengasuh anaknya, banyak orang tua yang berjuang untuk tetap bertahan bekerja, jika tidak, mereka terpaksa harus keluar. Satu dari lima (19,6%) orang dewasa usia kerja tidak bekerja karena pandemi, dan hal ini tentu mempengaruhi pola pengasuhan anak mereka. Sisi baiknya, hal ini mendorong munculnya semangat kewirausahaan bagi wanita. Setidaknya inilah yang ditemukan oleh Biro Sensus Amerika Serikat.

Ibu bekerja, khususnya, harus menanggung dampak dari permasalahan ini. Di antara orang dewasa yang tidak bekerja, wanita usia 22-44 tahun tiga kali lipat berpeluang tidak bekerja dibanding pria di usia yang sama, karena tuntutan harus mengasuh anak. Selain itu, the Washington Post melaporkan bahwa 1 dari 4 wanita yang dilaporkan menganggur selama pandemi mengatakan bahwa mereka berhenti bekerja karena tidak ada yang mengasuh anaknya. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi pada wanita dibanding pria.

kewirausahaan bagi wanita

Kewirausahaan bagi Wanita Semakin Meningkat Karena Pandemi?

Namun, ada suatu hikmah dibalik permasalahan ini: semangat kewirausahaan bisa berkembang dan memberikan peluang bagi ibu di segala usia. Pandemi tidak menghambat orang untuk membuka usaha baru. Tahun lalu, Amerika Serikat mencatat lebih dari 4.3 juta permohonan surat izin usaha dan nomor pokok wajib pajak. Dengan NPWP, para pengusaha bisa membuka rekening bank atas nama usaha. Ini merupakan persyaratan agar bisa memperkerjakan karyawan. Pada intinya, kelengkapan seperti izin usaha, NPWP, dan rekening bank merupakan persyaratan agar seseorang bisa menjadi pengusaha kecil dan menengah.

Jika perekonomian secara luas tidak bisa mendukung ibu bekerja, maka kewirausahaan bagi wanita justru mampu memberikan fleksibilitas dan otonomi dalam perjalanan karir mereka. Mari kita lihat posisi seperti apa yang membuat wanita bekerja justru berpeluang lebih besar untuk sukses sebagai wirausaha.

Baca Juga:   11 Cara Membuat Nama Usaha untuk Bisnis Anda

Kewirausahaan bagi Wanita: Mengapa Wanit Berpeluang Untuk Sukses?

Bekerja Sendiri Lebih Independen

Dengan mengelola usaha sendiri, wanita lebih independen dan mampu mengendalikan masa depannya. Pada bulan Februari 2021, Ewing Marion Kauffman Foundation merilis sebuah laporan yang memuat bagaimana kita bisa memberikan dukungan akses dan peluang bagi ibu yang ingin berperan aktif dalam perekonomian. Selanjutnya, laporan tersebut memuat informasi bagaimana peluang tersebut diubah menjadi wirausaha yang sesungguhnya.

Lalu, mengapa ibu ingin menjadi pengusaha sukses? Menurut laporan ini, ibu yang memilih jalur wirausaha dalam 5 tahun terakhir memiliki sejumlah motivasi. Dari wanita yang disurvey, 57% mengatakan mereka membuat loncatan, sehingga mereka bisa menjadi boss bagi diri sendiri: 52% mengatakan ingin mendapatkan lebih banyak uang dan ingin menaikkan taraf hidup mereka.

Kemampuan untuk mandiri dan mengendalikan masa depan sendiri adalah faktor pendorong yang sangat kuat bagi wanita untuk memulai bisnis, terutama selama pandemi covid-19. Salah satu dampak dari pandemi ini bagi pekerja adalah stress atau kelelahan. Hal ini mempengaruhi pekerja di semua level, mulai dari mereka yang bekerja di meja depan hingga yang bekerja dari rumah.

Rasa lelah yang dirasakan ibu pekerja semakin menghancurkan jiwa.  Ibu dihadapkan dengan pilihan yang sulit dan dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya. Meskipun ada sejumlah strategi untuk meringankan beban tersebut, seperti mengurangi tugas-tugas ekstra,  dengan memulai usaha kecil, ibu bekerja bisa mendapatkan kembali sense of power mereka.

Kewirausahaan Menawarkan Fleksibilitas

Menjadi seorang pengusaha tidak berarti bahwa kebutuhan mengasuh dan tanggung jawab sebagai orang tua berakhir. Laporan Kauffman tersebut menunjukkan pengamatan yang menarik bahwa ibu bekerja dan pengusaha memiliki lebih banyak kesamaan dibanding yang disadari selama ini. Ibu bekerja bisa menjadi pengusaha yang baik karena mereka telah memiliki mindset yang sama terkait tanggungjawab mengelola rumah tangga dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Baca Juga:   Cara Mudah Meningkatkan Pendapatan Bisnis Anda

Sama halnya dengan seseorang yang menjalankan usaha kecil sendiri, ibu bekerja harus tetap memprioritaskan tanggung jawab pengasuhan anak, menyeimbangkan kebutuhan waktu antara keluarga dan pekerjaan, dan tetap menjadikan aspek finansial sebagai bahan pertimbangan utama. Sebagaimana dilaporkan, faktor-faktor ini ikut membentuk jenis peluang bagi ibu sebagai pengusaha, akses terhadap sumber daya dan jejaring, serta hasilnya dari aspek finansial dan pertumbuhan bisnis.

Laporan tersebut menemukan bahwa alasan ketiga mengapa ibu memulai bisnis (46%) adalah fleksibilitas dalam mengelola bisnis. Fleksibilitas adalah salah satu manfaat utama menjalankan bisnis untuk diri sendiri. Para pengusaha mampu menciptakan keseimbangan kerja-hidup yang berkelanjutan dalam hidupnya. Pola pekerjaan tradisional tidak lagi relevan untuk pengusaha. Ibu bekerja memiliki peluang yang langka untuk menyusun agenda kerja sendiri. Mereka bisa mengatur hari kerja berdasarkan kebutuhan dan kebutuhan bisnis yang sedang berkembang.

Mendukung kewirausahaan bagi wanita adalah kunci pemulihan dari dampak pandemi. Mengubah dampak dari Covid-19 tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Akan ada efek cahaya yang buram. Cahaya tersebut pada akhirnya akan datang secara labat dan dunia di sekitar kita akan tampak berbeda.

Tagged With :

Leave a Comment