Kickback, Sebuah Platform Influencer Marketing Model Baru

XM broker promo Hadiah

Di era internet yang semakin berwarna karena perkembangan media sosial yang sangat pesat, istilah influencer marketing mungkin tidak asing lagi. Influencer adalah para spesialis marketing yang lebih banyak berperan di dunia media sosial. Di platform medsos seperti Instagram atau Facebook, influencer umumnya adalah orang-orang terkenal seperti selebriti atau model. Pada intinya, mereka bekerja untuk satu brand tertentu dan diharapkan dapat membantu kesetiaan terhadap brand (brand loyalty) di kalangan basis pengikutnya.

Sadar akan pentingnya peran para influencer di dunia internet markketing, duet adik-kakak  Franky Bernstein and Sami Bernstein hadir dengan satu platform baru bernama Kickback. Platform ini bekerja dengan sistem undangan atau rujukan. Artinya, anda hanya bisa masuk atau mendapatkan akses ke Kickback jika salah satu penggunanya mengirimi anda link untuk masuk. Lalu, apa yang berbeda dari Kickcback?

Influencer marketing

Influencer marketing dan Platform Kickback

Kickback menawarkan suatu metode yang berbeda untuk mempromosikan produk atau jasa. Prosesnya sebenarnya lebih sederhana, namun memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Misalnya, setiap kali anda melakukan pembelian melalui link yang diterima, maka pengguna yang mengirimi link tersebut akan mendapatkan keuntungan, bisa berupa insentif atau diskon khusus. Program referral seperti ini secara otomatis akan mendorong pengguna untuk lebih banyak mengirimkan link ke kenalannya. Semakin banyak transaksi yang terjadi dari link yang dikirim, maka semakin besar diskon atau bonus yang didapatkan.

Program influencer marketing seperti ini tentunya menguntungkan bagi brand-brand terkenal seperti  Apple Music, Nike, atau Sephora. Namun, Kickback sebenarnya juga menyasar brand-brand kecil dan baru, termasuk usaha yang didirikan oleh wanita. Program yang responsif gender seperti ini terjadi berkat kerjasama yang dibangun oleh salah satu pendiri Kickback, yakni Sami Bernstein. Saat ini, lebih dari 150 brand sudah bergabung di Kickback, meski baru berdiri beberapa bulan. Mayoritas brand adalah nama keluarga, namun sejumlah brand pendatang baru juga sudah bergabung.

Baca Juga:   Menentukan Pasar Bisnis itu Penting, Begini Caranya

Duet kakak-adik ini tentunya memiliki rahasia pemasaran untuk mendapatkan penjualan. Sebelum mendirikan Kickback, Franky pernah mendirikan Markett, di mana ia mengubah mahasiswa menjadi brand ambassador untuk Uber dan Lyft. Bisa dikatakan bahwa dua bersaudara ini memiliki fondasi yang kokoh untuk Kickback. Sejak diluncurkan pada bulan July tahun ini, basis penggunanya meroket.

Konsep Influencer Marketing ala Kickback

Apakah anda penasaran dengan konsep influencer marketing yang dibangun oleh dua bersaudara ini? Berikut adalah beberapa penjelasan keduanya dikutip dari sebuah wawancara di media online:

Franky dan Uber

Untuk menemukan brand ambassador bagi Uber dan Lyft, Franky datang ke Loyola Marymount University yang berlokasi di Los Angeles. Awalnya, ia ingin menciptakan sebuah program untuk menghentikan kebiasaan minum dan mengebut di kampus. Tidak lama kemudian, Uber berdiri. Franky sebenarnya tidak ingin naik mobil orang asing. Namun, karena temannya merekomendasikan, maka ia pun menggunakannya.

Seorang teman memaksanya men-download aplikasi Uber. Kemudian, Franky pun mempromosikannya di LinkedIn dan merekomendasikan mahasiswa lainnya untuk ikut menggunakan Uber. Akibatnya, aplikasi ride sharing pertama tersebut akhirnya populer di kalangan mahasiswa, dan mahasiswa pun menjadi brand ambassador untuk aplikasi tersebut.

Filosofi Pemasaran yang Berbeda

Markett berdiri empat tahun yang lalu, dan ide awalnya mirip dengan Uber dan Lyft. Pada dasarnya, brand besar seperti Walmart ataupun perusahaan baru yang berkembang pesat, akan selalu ada orang yang ingin menemukan cara baru mendapatkan konsumen. Franky memegang suatu filosofi bahwa bentuk pemasaran yang paling kuat itu adalah menemukan seseorang yang mencintai produk anda dan berbicara tentang produk anda. Itulah inspirasi awal bagi Franky dan saudaranya untuk mendirikan Kickback.

Baca Juga:   Bisnis Menguntungkan dengan Modal Seminimal Mungkin
Penghasilan Berbasis Kinerja

Sami Bernstein mengaku bahwa mereka memiliki kiat spesial untuk pemasaran. Mereka tidak memiliki pola pikir pemasaran tradisional. Mereka akan marketer modern. Di Kickback, mereka menggunakan sistem komisi berdasarkan kinerja. Faktanya, mereka memiliki seorang influencer yang menghasilkan komisi sebesar $30.000 karena mempromosikan Sam’s Club. Pada intinya, dua bersaudara ini menjadikan kinerja sebagai dasar untuk komisi.

Membangun Kemitraan

Sami memulai karirnya sebagai seorang influencer. Bagi seseorang yang sudah lama terjun di dunia influencer marketing, menjalankan bisnis dengan orang lain mungkin merupakan sebuah tantangan. Namun, Sami berusaha sebaik mungkin untuk membangun hubungan yang solid. Tujuan utamanya adalah membangun pertemanan, baik dengan influencer lain maupun sebuah brand. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki kesamaan dengan orang lain, dan menemukan kesamaan itu adalah kunci untuk sukses.

Dalam membangun sistem influencer marketing di Kickback, dua bersaudara ini tetap menggunakan prinsip berbelanja, layaknya di mall. Namun, mereka juga ingin memberikan kompensasi bagi orang-orang yang memberitahu orang lain di mana mereka berbelanja. Jadi, aplikasi Kickback akan tetap menjadi platfrom invite-only, yang memberikan akses hanya kepada orang yang mendapatkan link. Jadi, dalam waktu dekat, aplikasi ini masih mengandalkan pemasaran mulut ke mulut atau sistem referral.

Tagged With :

Leave a Comment