Harga emas dunia pada hari Jumat (30/1/2026) anjlok lebih dari 12 persen, sementara harga emas ANTAM merosot Rp260.000 dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Kejatuhan harga emas dalam satu hari itu saja menghapus kenaikan yang berlangsung selama seminggu sebelumnya. Beberapa investor langsung menjerit karena baru saja membeli emas selumbari.

Banyak orang menganggap emas lebih aman dan menguntungkan dibandingkan saham, properti, atau berbagai jenis investasi lainnya. Namun, perlu dicamkan bahwa investasi emas belum tentu cuan.
Emas semestinya merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang. Oleh karenanya, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu mulai berinvestasi dalam logam mulia berbentuk batangan atau koin.
Pertama, jangan menyimpan seluruh kekayaanmu dalam bentuk emas. Porsi logam mulia sebaiknya tidak lebih dari 20% dari total nilai investasimu. Proporsi emas ideal antara 5-10% dari portofolio, tetapi investor yang cari aman (safe-seeker) dapat mengalokasikan modal lebih besar untuk logam mulia.
Kedua, jangan membeli emas dalam jumlah besar sekaligus pada satu waktu (lump sum). Belilah emas dengan nilai konstan secara reguler, misalnya setiap bulan atau setiap triwulan, agar tidak terjebak harga yang terlalu tinggi.
Ketiga, perhatikanlah spread harga emas yang kamu beli. Setiap merek emas memiliki selisih harga jual dan harga beli yang berbeda-beda. Untuk investasi jangka panjang, pilihlah merek emas dengan spread paling kecil.
Keempat, pertimbangkanlah biaya dan keamanan penyimpanan emas. Jika memiliki logam mulia dalam jumlah besar, ada baiknya membeli brankas atau menyewa safe deposit box. Selain itu, kamu juga bisa memilih investasi emas digital yang tidak membutuhkan penyimpanan sendiri.
Kelima, pantaulah tren harga emas jangka panjang. Berfokuslah pada target cuan dalam 5-10 tahun ke depan. Abaikanlah naik-turun harga dari hari ke hari, karena biasanya hanya bersifat temporer.
Apabila kamu memerhatikan tren harga emas jangka panjang, grafiknya selalu meningkat. Namun, ada masa tertentu ketika harga emas jatuh seperti antara tahun 2012-2016. Fluktuasi harga seperti ini terbilang wajar, sehingga kamu tidak perlu panik ataupun buru-buru menjual emas secara gegabah. Investor berpengalaman justru seringkali memandang penurunan harga emas sebagai peluang untuk beli lagi.
Tagged With : investasi emas • investasi jangka panjang