Kapan Pasar Saham Pulih Setelah Perjangkitan Virus Corona?

Serangan virus corona telah memberikan pengaruh yang luas terhadap perekonomian dunia, tidak terkecuali di Amerika Serikat. Harga saham mengalami penurunan, karena banyak investor yang menjual sahamnya dan beralih ke instrumen investasi yang dinilai lebih aman, seperti emas. Lalu muncul pertayaan, “Kapan pasar saham pulih, menurut pengalaman di masa lalu?” Peranyaan ini tentunya tidak mudah dijawab. Kondisi serangan virus di beberapa periode sebelumnya tentu berbeda. Namun setidaknya, para pakar bisa membuat prediksi berdasarkan pengalaman masa lalu.

Meskipun virus corona terus-menerus mengguncang pasar dan memperlambat penurunan ekonomi, ternyata tidak semua orang mengalami kepanikan. Sebagian pakar ekonomi menyatakan bahwa ketakutan terhadap resesi terlalu berlebihan, meskipun terjadi aksi jual besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir. Menurut pengalaman di masa lalu, pasar biasanya akan berubah arah dalam jangka panjang.

Kapan pasar saham pulih

Kapan Pasar Saham Pulih? Fakta Tentang Pasar

Untuk menjawab pertanyaan kapan pasar saham akan pulih di Amerika Serikat maupun dunia, ada beberapa fakta yang perlu dipertimbangkan, yakni:

  • Virus corona telah menjatuhkan banyak korban di pasar saham Amerika Serikat dan perekonomian secara umum dalam beberapa minggu terakhir. Tiga indeks utama perekonomian AS mengalami koreksi dan saat ini mengalami kekacuan. Namun secara umum, terjadi penurunan lebih 15% dari angka tertinggi yang terakhir kali.
  • Meskipun banyak pihak di Wall Street mencoba untuk mengukur tingkat perlambatan perekonomian akibat perjangkitan virus corona dan juga perang harga minyak yang sedang terjadi saat ini, data masa lalu menunjukkan bahwa trend di pasar saham pada akhirnya akan berbalik arah. Sekalipun harga saham telah mengalami hari terburuknya sejak krisis keuangan Tahun 2008. Inilah yang menjadi dasar bagi para pakar untuk memperkirakan kapan pasar saham akan pulih.
  • Data dari Bespoke Investment Group menunjukkan bahwa telah ada tiga periode sejak Tahun 1990, di mana S&P500 mencapai angka level oversold yang tidak biasa, yakni pada bulan Oktober Tahun 2008, Agustus Tahun 2011, dan Agustus Tahun 2015. Ketiga kasus ini menunjukkan trend yang hampir sama, di mana pasar kembali membali dalam beberapa waktu, yakni sekitar 3 hingga 6 bulan setelah penurunan secara besar-besaran.
  • Meskipun pada tiga kasus di atas, S&P 500 menciptakan rekor terendah yang baru sebelum bergerak naik kembali, pasar pada akhirnya kembali ke jalurnya selama tiga hingga enam bulan berikutnya. Namun, ada pengecualian pada Tahun 2008, di mana kondisi pasar kembali ke zona positif setelah setahun berikutnya.
  • Menurut JPMOrgan Chase, harga saham pasar sudah terlalu sering masuk ke skenario kasus terburu: Tindakan kebijakan yang terkoordinasi dari Federal Reserve dan pemerintah Amerika Serikat seharusnya membantu pasar untuk lebih cepat pulih dari aksi jual yang terjadi belakangan ini setelah perjangkitan virus corona.
  • Meskipun terjadi volatilitas pasar yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir, kondisi ini menawarkan peluang yang besar untuk membeli saham di luar Top 100 atau perusahaan dengan nama-nama besar. Di perusahaan-perusahaan besar, valuasi saham justru lebih rendah.

Kapan Pasar Saham Pulih? Hal Penting Lainnya

Untuk memperkirakan kapan pasar saham pulih dan kembali ke zona positif, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui.

  • Data statistik; menurut JPMorgan, kecepatan dan intensitas aksi jual oleh investor telah menggoncang kepercayaan investor terhadap beberapa skenario pemodelan resesi yang ada saat ini. Meskipun demikian, tidak diketahui dengan pasti dampaknya secara fundamental.
  • Perjangkitan virus corona telah menghancurkan penawaran dan permintaan sekaligus. Hal ini diperburuk dengan terjadinya perang harga minyak yang juga menekan perekonomain global belakangan ini. Untuk mencegah kerugian finansial secara masif, dibutuhkan sebuah pendekatan pemerintah secara terkoordinir, disertai reforasi yang benar-benar mampu meningkatkan produktivitas. Jadi, tidak semestinya para investor bergantung hanya kepada bank sentral.
  • Meski sedang terjadi goncangan, sebenarnya ada beberapa saham yang harganya justru lebih baik dibanding beberapa minggu lalu. Di antaranya adalah United Natural Foods, Invesco, dan Goldman Sachs.

Para investor maupun pakar perekonomian telah berjuang untuk mengetahui dan mengukur dampak ekonomis dari penyebaran virus corona, terutama saat ini, ketika virus ini sudah menyerang Amerika Serikat. Sebanyak 750 tercatat positif corona dan 26 orang meninggal dunia. Hal yang membuat prediksi kapan pasar saham pulih adalah terjadinya perang harga minyak antara Saudi Arabia dan Russia selama lebih dari seminggu terakhir.

Kedua kondisi ini (perjangkitan virus corona dan perang harga minyak) semakin memicu ketakutan para investor akan terjadinya resesi perekonomian secara global. Terjadinya aksi jual besar-besaran di Dow dan S&P 500 telah memicu penurunan harga. Momen ini tercatat hal terburuk berikutnya sejak Tahun 2008. Harga minyak jatuh sekitar 25%. Ini adalah angka penurunan terbesar yang tercatat sejak Perang Teluk di Tahun 1991. Kekhawatiran yang dialami para investor cukup bisa dipahami. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kondisi pasar pada akhirnya akan membaik dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan.

Tagged With :

Leave a Comment