Jelang Pidato Gubernur The Fed, Wall Street Ditutup Menguat

Menjelang pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell, Wall Street ditutup menguat. Jerome Powell dijadwalkan berbicara mengenai langkah-langkah The Fed menekan inflasi AS di Jackson Hole, Wyoming.

Dikutip dari Reuters, Jumat (26/8), Dow Jones mengalami kenaikan 0,98 persen ke 33.292, SP 500 naik 1,41 persen ke 4.199, Nasdaq naik 1,67 persen ke 12.639.

Kemarin, Wall Street juga naik tajam jelang pertemuan para gubernur bank sentral dari seluruh dunia yang berkumpul di simposium ekonomi Jackson Hole.

Dalam pertemuan itu, para pejabat The Fed akan menyampaikan pemikiran dan prediksi mereka tentang ekonomi, inflasi, dan suku bunga. Dampak pasar yang paling menonjol adalah kurva imbal hasil AS yang mendatar hingga terbalik dalam seminggu akibat gejolak ekonomi.

Namun fokus utama masih terdapat pada pidato Jerome Powell di Jackson Hole, seberapa agresif kebijakan The Fed ke depannya terutama tentang laju kenaikan suku bunga.

Jerome Powell dikabarkan akan menyampaikan pernyataan yang dapat mengindikasikan apakah pengumuman kebijakan bank sentral berikutnya pada September akan menghasilkan kenaikan suku bunga 75 basis poin atau lebih ringan 0,50 persen.

Menurut Rich Steinberg, Kepala Strategi Pasar di Colony Group di Boca Raton, Florida, pasar obligasi telah banyak mengirimkan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada September. Ia berpendapat bahwa terlalu besar risiko jika The Fed tidak mengambil keputusan tersebut.

Di Eropa, dilaporkan mata uang Euro jatuh kembali di bawah 1 persen saat Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) yang menunjukkan kekhawatiran di antara pembuat kebijakan bahwa inflasi semakin melonjak.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (26/8). Pada perdagangan kemarin (18/8), IHSG ditutup melemah 20,5 poin (-0,28 persen) ke level 7.174,20.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya memperkirakan IHSG berada di rentang 7.002-7.223. Dia mengatakan aliran modal masuk asing (capital inflow) masih tercatat cukup lumayan bertahan secara year-to-date (ytd) di dalam pasar modal Indonesia.

Meski begitu, minat investor masih cukup besar terhadap investasi di dalam pasar modal, ditambah lagi dengan terlihat semakin bergeraknya perekonomian yang tercermin dari data laporan kinerja emiten terlihat semakin membaik.

“Hal ini tentunya juga dapat kembali mendongkrak performa kenaikan IHSG dalam jangka pendek hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William dalam analisisnya, Jumat (26/8).

Adapun saham yang direkomendasikan William hari ini antara lain: ASII, BINA, UNVR, KLBF, HMSP, ICBP, INDF, PWON, dan ASRI.

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG berada di level support 7.112-7.143 dan resistance di rentang 7.207-7.240.

“Secara teknikal candlestick membentuk formasi outside up mengindikasikan potensi penguatan. Secara teknikal candlestick membentuk doji dengan stochastic membentuk deadcross di area overbought mengindikasikan potensi pelemahan dalam jangka pendek,” ujar Dennies.

Dennies mengatakan, wacana pencabutan subsidi BBM mendorong kekhawatiran investor karena akan berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi dan semakin tingginya inflasi.

Adapun saham yang direkomendasikan Dennies antara lain KRAS, MEDC, dan TOWR.

 

Leave a Comment