Jelang Kenaikan Tarif Impor China, Wall Street Bervariasi

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melemah di akhir Agustus 2019. Investor berhati-hati dengan tarif baru yang dikenakan AS untuk impor China mulai 1 September ini.

Dilansir Reuters, Senin (2/9), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 41,03 poin atau 0,16 persen menjadi 26.403,28, indeks S&P 500 (SPX) naik 1,88 poin atau 0,06 persen menjadi 2.926,46, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 10,51 poin atau 0,13 persen menjadi 7.962,88.

Badan Pabean dan Perlindungan Perbatasan AS mulai memungut tarif sebesar 15 persen pada sebagian daftar barang impor dari China yang bernilai lebih dari USD 125 miliar, termasuk jam tangan pintar, headphone bluetooth, televisi panel datar, dan alas kaki. Sementara tarif 15 persen lainnya akan dikenakan pada sisa daftar produk seperti ponsel, laptop, mainan, dan pakaian mulai 15 Desember mendatang.

Selama bulan lalu, indeks S&P 500 mencatatkan penurunan bulanan terparah sejak Mei 2019. Investor telah meninggalkan aset berisiko karena eskalasi perang dagang AS-China dan inversi kurva imbal hasil obligasi AS yang sering kali merupakan sinyal resesi.

“Orang menjadi lebih defensif memasuki akhir pekan. Kami memiliki banyak ketidakpastian terkait pengenaan tarif,” kata Robert Phipps, seorang direktur di Per Stirling Capital Management di Austin, Texas.

AS dan China sebelumnya memberikan harapan adanya hubungan baik pada pekan lalu. Namun nyatanya, penambahan tarif impor tetap dilakukan pada bulan ini.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga AS meningkat 0,6 persen pada Juli 2019. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,3 persen.

Kenaikan tersebut menghilangkan kekhawatiran di pasar keuangan terkait adanya resesi.

Indeks Ulta Beauty Inc (ULTA.O), yang sebelumnya menjadi saham berkinerja baik di S&P, anjlok 29,6 persen setelah perusahaan kosmetik ini memotong perkiraan laba setahun penuh.

Baca Juga:   Bagaimana Aturan Pajak Investasi Saham Di Indonesia?

Salah satu persentase terbesar yang memperoleh keuntungan dari indeks benchmark adalah Campbell Soup Co (CPB.N), yang melonjak 3,9 persen setelah laba kuartalannya meningkat dari estimasi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 5,77 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 7,13 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Tinggalkan sebuah Komentar