January Effect Dalam Investasi Saham, Mitos atau Sungguhan?

Kabarnya, salah satu cara investasi saham termudah adalah dengan mengikuti siklus musiman. Beli atau jual saham tepat sebelum musim-musim tertentu, kabarnya bisa mendatangkan keuntungan besar dan membatasi kerugian. Salah satu siklus musiman ini disebut “January Effect”.

January Effect adalah pandangan bahwa harga-harga saham biasanya mengalami kenaikan pada bulan Januari. Fenomena ini berhubungan dengan penghitungan pajak. Karena pajak pendapatan individual dihitung dari jumlah saham yang dipegang pada akhir tahun, maka investor perorangan biasanya menjual saham-saham yang merugi atau kurang profitable pada akhir tahun, kemudian membelinya lagi pada tahun berikutnya.

Hal ini menimbulkan kesan kalau harga-harga saham meningkat pada bulan Januari. Para investor kecil pun berupaya untuk memanfaatkan situasi dengan membeli saham sebelum Januari, lalu menjualnya kembali setelah bulan itu berlalu.

Namun, fenomena ini sebenarnya tidak bersifat mutlak. Berdasarkan pergerakan indeks Dow Jones yang merupakan rujuan performa pasar saham dunia, terlihat bahwa harga saham belum tentu meningkat pada bulan Januari. Perhatikan tangkapan layar berikut ini:

January Effect Dalam Saham

Dalam lima tahun terakhir, indeks Dow Jones mengalami penurunan pada tiga kali bulan Januari, yakni pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Indeks nyaris stagnan pada bulan Januari 2017, dan kemudian baru menampakkan kenaikan pada Januari 2018. Begitupun, indeks Dow Jones malah merosot setelah Januari 2018 berlalu. Dengan kata lain, “January Effect” boleh jadi cuma mitos.

Sementara itu, pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merata-rata kinerja saham Indonesia, juga terlihat bahwa indeks belum tentu naik pada bulan Januari. IHSG meningkat pada bulan Januari tahun 2014, 2015, dan 2016, nyaris stagnan pada 2017, dan naik lagi pada 2018. Dari sini, kita boleh saja menilai bahwa January Effect lebih ampuh pada saham-saham Indonesia ketimbang saham-saham AS. Namun, tetap saja realitanya sama: January Effect tidak pasti terjadi pada setiap bulan Januari.

Baca Juga:   Saham Macam Apa yang Dibeli oleh Warren Buffett?

Meski demikian, Anda tetap dapat memanfaatkannya dengan melakukan evaluasi saham-saham pilihan setiap akhir tahun. Meski indeks saham secara umum tak mengalami peningkatan pada bulan Januari, bukan tidak mungkin jika saham-saham bermutu tetap meningkat nilainya dalam setahun ke depan. Apabila demikian, maka bulan Januari merupakan momen tepat untuk membeli, sebelum terinterupsi oleh laporan-laporan keuangan yang akan dirilis pada bulan-bulan berikutnya.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar