Seiring dengan penguatan ekonomi AS, indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street diproyeksi akan menguat selama sepekan. Hal tersebut ditopang oleh keyakinan investor kalau Federal Reserve akan memangkas suku bunga.
Mengutip Reuters, Senin (10/4), pemangkasan suku bunga dilakukan untuk menangkal penurunan ekonomi. Proyeksi semacam itu telah mendorong imbal hasil obligasi menjadi lebih rendah, mendukung saham teknologi dan pertumbuhan raksasa yang memegang kendali atas indeks ekuitas yang luas. S&P 500 (.SPX) telah naik 6,9 persen sejauh ini di 2023.
“Pasar keuangan dan Federal Reserve membaca dari dua buku pedoman yang berbeda,” kata Ahli Strategi di LPL Research.
Kebijakan the Fed yang lebih dovish tentunya akan mendorong saham-saham teknologi dan pertumbuhan. Sektor teknologi S&P 500 (.SPLRCT) telah melonjak 6,7 persen sejak 8 Maret, lebih dari dua kali kenaikan indeks keseluruhan.
Tak hanya itu, pasar juga akan mengamati pendapatan kuartal pertama, yang dimulai pada pekan ini dengan bank-bank besar termasuk JPMorgan dan Citigroup akan jatuh tempo pada hari Jumat. Analis memperkirakan pendapatan S&P 500 turun 5,2 persen pada kuartal pertama dari periode tahun lalu, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.
“Jika The Fed berusaha melindungi investor, salah satu caranya adalah menurunkan suku bunga. Mereka belum melakukannya, tetapi pasar bertaruh bahwa mereka akan melakukannya,” kata Kepala Penelitian Investasi di Nationwide, Mark Hackett.
“Pandangan kami adalah pasar sekarang menyajikan banyak kabar baik dan menyisakan sedikit margin untuk kesalahan,” sambungnya.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Senin (10/4). Pada perdagangan Kamis (6/4), IHSG ditutup turun 26,91 poin (0,39 persen) ke 6.729,76.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memprediksi pergerakan indeks ada rentang 6.721-6.838. Ia menilai setelah libur pendek, IHSG terlihat masih dibayangi oleh gelombang tekanan.
Selain itu, masih tercatatnya arus capital inflow yang mengalir deras masuk ke dalam pasar modal Indonesia turut menunjang pergerakan IHSG saat ini.
“Sedangkan pasca rilis beberapa data perekonomian yang menunjukkan masih kuat dan stabilnya perekonomian Indonesia akan turut memberikan sentimen positif bagi IHSG hingga beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas,” tulis William dalam risetnya, Senin (10/4).
Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG akan menguji support Fibonacci terdekat di level 6.744 apabila tembus ke bawah fraktal 6781. Struktur koreksi juga diperkirakan berlanjut menuju 6.667 apabila IHSG bergerak di bawah garis SMA 20.
“Level support IHSG berada di 6.744, 6.705 dan 6.667 sementara level resistennya di 6.872, 6.901, 6.962, dan 7006 Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish,” kata Ivan dalam analisisnya, Senin (10/4).
Ivan merekomendasikan beberapa saham yaitu, INCO, MDKA, PTBA, TLKM, dan UNTR.
- INCO
Recommendation: Trading Buy
Support: 6.250
Resistrance, 6.850, 7.000, 7.200, and 7.350
- MDKA
Recommendation: Buy on Weakness
Support: 3.950
Resistance: 4.360, 4.500, 4.700, 4.830, and 5.100
- PTBA
Recommendation: Sell On Strength
Support: 4.000
Resistance: 4.200, 4.330, and 4.430
- TLKM
Recommendation: Trading Buy
Support: 4.130
Resistance: 4.300,4.360, 4.450, and 4.500
- UNTR
Recommendation: Trading Buy
Support: 28.700
Resistance: 31.350, 32.400, and 33.500