Investor Tunggu Kebijakan Suku Bunga The Fed, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada perdagangan Senin (1/5/2023), indeks saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup bervariasi. Investor mengikuti lelang akhir pekan First Republik Bank (FRC.N) dan bersiap untuk kenaikan suku bunga yang bakal diumumkan oleh Federal Reserve (The Fed) minggu ini.

Dikutip Reuters (2/5), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 46,46 poin atau 0,14 persen menjadi 34.051,7. Sementara S&P 500 (.SPX) kehilangan 1,61 poin atau 0,04 persen menjadi 4.167,87. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 13,99 poin, atau 0,11 persen, menjadi 12.212,60.

Para investor mengkhawatirkan kesehatan sistem perbankan setelah runtuhnya dua bank regional lainnya pada bulan Maret. Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York, menilai The Fed perlu mempertahankan siklus pengetatannya untuk waktu dekat.

“Mudah-mudahan ini adalah yang terakhir dari krisis perbankan, tetapi sesuatu yang lain mungkin muncul di beberapa titik,” kata Tim Ghriskey.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI manufaktur bulan lalu mengalami kenaikan dibanding Maret. Sementara itu, The Fed telah menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga tambahan 25 basis poin pada Rabu (3/5).

Sejumlah perusahaan teknologi mengalami peningkatan yang optimis, yakni Alphabet Inc (GOOGL.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Meta Platforms Inc (META.O). Hal ini membantu benchmark S&P 500 membukukan kenaikan kedua bulan berturut-turut pada hari Jumat.

Selain itu, indeks teknologi S&P 500 (.SPLRCT) naik 0,2 persen pada perdagangan kemarin, Senin (1/5), mengimbangi beberapa kelemahan hari itu. Volume di bursa AS saat ini berjumlah 10,24 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,37 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan berakhir.

S&P 500 membukukan 35 tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 88 tertinggi baru dan 188 terendah baru.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (2/5). Pada perdagangan Jumat (26/4), IHSG ditutup melemah 29,76 poin (0,43 persen) ke level 6.915,72.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan rilis data perekonomian inflasi awal Mei yang masih menunjukkan kondisi stabil memberi sentimen positif terhadap pola gerak IHSG.

“Hal tersebut juga ditunjang oleh faktor lain di mana capital inflow masih terus terjadi, hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William dalam analisisnya, Selasa (2/5).

William memperkirakan IHSG berada di rentang 6.804-6.7972.

Saham yang direkomendasikan William hari ini meliputi:

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  • PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGMR)
  • PT Kimia Farma Tbk (KAEF)
  • PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi IHSG akan melanjutkan tren negatif pada perdagangan hari ini, Selasa (1/5).

“Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1-2023. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan turun ke 4.95 persen yoy pada Q1-2023,” kata Alrich.

Dia memprediksi pasar dalam negeri juga akan mencermati data inflasi per April 2023 yang akan rilis terlebih dahulu. Inflasi diperkirakan turun ke 4.36 persen yoy di April 2023 dari 4.97 persen yoy di Maret 2023.

Sementara dari sisi faktor luar negeri, Alrich memprediksi pelaku pasar akan mengantisipasi FOMC The Fed yang akan dilaksanakan pada 4 Mei 2023.

Kinerja keuangan Q1-2023 dari bank regional AS diperkirakan mendorong The Fed untuk menjaga laju kenaikan suku bunga di 25 bps. Hal tersebut menurutnya berpotensi memicu rebound dari saham-saham perbankan pada pekan depan.

Saham yang Alrich rekomendasikan meliputi:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
  • PT Elnusa Tbk (ELSA) dan
  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

 

Leave a Comment