Investor Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed, Wall Street Ditutup Melemah

Akibat investor berspekulasi soal kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), Wall Street ditutup melemah. Di sisi lain, investor juga mengharapkan pemerintah China melonggarkan pembatasan COVID-19 yang telah memicu kekhawatiran tentang ekonomi global.

Dikutip dari Reuters (30/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 50,35 poin, atau 0,15 persen, menjadi 33.799,11, S&P 500 (.SPX) kehilangan 12,5 poin, atau 0,32 persen, menjadi 3.951,44 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 79,10 poin, atau 0,72 persen, menjadi 10.970,40.

Hasil Treasury AS naik dalam perdagangan berombak karena investor menunggu data yang akan datang termasuk data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal ketiga, angka manufaktur Chicago, aktivitas pabrik berdasarkan Institute for Supply Management dan non-farm payrolls untuk November yang akan dirilis Jumat .

Catatan benchmark 10 tahun naik 4,4 basis poin menjadi 3,746 persen, dari 3,702 persen pada Senin malam. Obligasi 30 tahun terakhir naik 5,4 basis poin menjadi menghasilkan 3,8032 persen, dari 3,749 persen. Catatan 2 tahun terakhir naik 0,2 basis poin untuk menghasilkan 4,4732 persen, dari 4,471 persen.

Presiden Bank Federal Reserve Richmond Thomas Barkin pada hari Senin memadamkan spekulasi bank sentral AS akan membalikkan arah suku bunga relatif cepat tahun depan dalam pernyataannya pada Senin (29/11) malam.

Setelah beberapa pejabat the Fed melontarkan komentar serupa, investor mengharapkan kehadiran Ketua The Fed Jerome Powell hari ini, yang pada awal bulan ini telah memutus harapan pelonggaran kebijakan ketika dia berbicara kepada wartawan setelah simposium The Fed.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah terbatas pada perdagangan hari Rabu (30/11). Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup turun 5,28 poin (0,08 persen) ke level 7.012,069.

Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati sektor teknologi, finansial, transportasi dan logistik, serta infrastruktur bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG. IHSG berpotensi melemah terbatas pada rentang 6.978 – 7.086.

“Di tengah potensi perlambatan ekonomi global, kami memperkirakan bahwa aliran dana berpotensi masuk ke negara berkembang khususnya Indonesia, mengingat pelemahan mata uang yang masih lebih rendah dibanding peers dan return yang dicatatkan masih cenderung menarik terutama untuk obligasi korporasi,” tulis manajemen Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (30/11).

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan level support IHSG berada di 6.988, 6.937 dan 6.892. Sementara level resistennya di 7.100, 7.128 – 7.137 dan 7.200.

“IHSG membentuk candle spinning top dan masih berada di atas zona support 6.978 – 6.988 sehingga IHSG kemungkinan akan rebound dan menjaga peluang membentuk skenario merah,” kata Ivan.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasi sederet saham, yaitu BBRI, ICBP dan PWON.

  1. BBRI

Support: 4.780 Resistance: 4.950 Last Price: 4.850

  1. ICBP

Support: 9.775 Resistance: 10.175 Last Price: 9.975

  1. PWON

Support: 462 Resistance: 494 Last Price: 474.

 

Leave a Comment