Investor Menanti Keputusan The Fed, Wall Street Ditutup Melemah

Pada perdagangan, Senin (14/11/2022), indeks saham Amerika Serikat (AS) atau wall street ditutup melemah . Investor mendalami pernyataan dari pejabat Federal Reserve AS (The Fed) tentang rencana kenaikan suku bunga, setelah wall street mengalami reli yang besar di pekan lalu.

Mengutip Reuters, Selasa (15/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 211,16 poin (0,63 persen) menjadi 33.536,7. S&P 500 (.SPX) kehilangan 35,68 poin (0,89 persen) menjadi 3.957,25. Kemudian Nasdaq Composite turun 127,11 poin (1,12 persen) menjadi 11.196,22.

Di antara sektor S&P 500, real estate turun 2,7 persen, konsumer pilihan turun 1,7 persen dan keuangan turun 1,5 persen. S&P 500 mencatatkan persentase peningkatan terbesar per mingguan sejak akhir Juni lalu, sedangkan Nasdaq juga mencatatkan minggu terbaik-nya sejak Maret.

Adapun Wakil Ketua The Fed, Lael Brainard pada pada Senin (14/11) sempat memberi sinyal bahwa bank sentral kemungkinan akan memperlambat kenaikan suku bunga. Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada hari Minggu (13/11) juga sempat mengatakan, The Fed mempertimbangkan untuk memperlambat laju kenaikan pada pertemuan selanjutnya.

Menurut Christopher, pernyataan tersebut tidak serta merta dilihat sebagai ‘aksi halus’ dalam menurunkan inflasi. Di mana, wal street mengalami reli ekuitas besar-besaran pada akhir pekan lalu yag dipicu rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga mendorong harapan investor bahwa The Fed dapat kembali mengetatkan kebijakan moneter.

“Masih terlihat sensitivitas terhadap pembicaraan Fed. Yang satu sedikit hawkish, satu lagi sedikit dovish,” ujar kepala investasi di North Star Investment, Eric Kuby.

Pejabat The Fed akan berdiskusi pada akhir pekan ini mengenai sejumlah rilis data, termasuk penjualan ritel dan perumahan, serta laporan pendapatan dari ritel besar.

“Masuk akal pasar ingin berhenti sejenak dan keduanya benar-benar mencoba memahami kebijakan Fed dan apa yang akan menjadi sentimen berikutnya,” kata kepala strategi investasi di BMO Wealth Management Yung-Yu Ma.

ZONA MERAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan dengan pelemahan 0,98 persen ke 7,019,39 pada perdagangan, Senin (11/411).

Analis Bina Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan level support IHSG berada di 7,022 dan 6,994. Sementara level resisten di 7,138 dan 7,094.

IHSG diprediksi melemah. Candlestick membentuk long black body dan dengan volume yang cukup tinggi mengindikasikan potensi pelemahan.

“Pergerakan Investor akan mencermati rilis data Trade Balance dari dalam negeri dan dari global data PPI Amerika Serikat,” tulis Dennies.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, Pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data perekonomian tentang neraca perdagangan yang disinyalir akan berada dalam kondisi stabil, sedangkan pergerakan IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang tekanan yang masih cukup besar,

“Namun potensi gejolak terhadap harga komoditas dan nilai tukar rupiah akan dapat memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang, sehingga hari ini IHSG berpotensi menguat,” tulis William Surya Wijaya.

Adapun sederet rekomendasi saham dari Dennies, yaitu TOWR, BBCA, WIKA, dan MDKA

  1. TOWR

Recommendation: Hold

Price Range: 1,140 – 1,165

Target Price: 1,155

  1. BBCA

Recommendation: Hold

Price Range: 8,800 – 8,900

Target Price: 8,875

  1. WIKA

Recommendation: Buy

Price Range: 925 – 940

Target Price: 935

  1. MDKA

Recommendation: Buy

Price Range: 4,420 – 4,480

Target Price: 4,450

 

Leave a Comment