Investor Masih Khawatir Terjadi Resesi, Wall Street Melemah

Pada perdagangan hari Selasa (6/12/2020), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah dengan S&P 500 turun untuk sesi keempat berturut-turut. Investor khawatir kenaikan suku bunga Federal Reserve dan perbincangan resesi yang mendekat.

Mengutip Reuters, Rabu (7/12), S&P 500 kehilangan 57,05 poin (1,43 persen) menjadi 3.941,79 poin. Sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 225,01 poin (1,99 persen) menjadi 11.014,93. Dow Jones Industrial Average turun 347,49 poin atau 1,02 persen menjadi 33.599,61.

Prospek pertumbuhan ekonomi masa depan menjadi perbincangan hari Selasa. Kepala eksekutif Bank of America Corp memperkirakan pertumbuhan negatif tiga per empat ringan pada tahun depan. Sementara itu, CEO JPMorgan Chase and Co, Jamie Dimon mengatakan inflasi akan mengikis daya belanja konsumen dan potensi resesi ringan hingga lebih parah akan terjadi.

Komentar tersebut muncul usai pandangan BlackRock dan lainnya, yang percaya pengetatan moneter agresif Federal Reserve AS memerangi kenaikan harga yang sangat tinggi justru menyebabkan penurunan ekonomi pada tahun 2023.

“Pasar saat ini sangat mudah tanggap,” kata Presiden Bel Air Investment Advisor, David Sadkin.

David mencatat, pasar tradisional menggambarkan masa depan. Dari berita utama terbaru, pasar bergerak naik turun.

Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi muncul seiring evaluasi pelaku pasar mengenai jalur apa yang akan diambil dengan suku bunga naik di masa depan, menyusul data pekerjaan dan sektor jasa yang kuat dalam beberapa hari terakhir.

Pasar keuangan menunjukkan peluang 91 persen, bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan kebijakan 13-14 Desember, dengan suku bunga diperkirakan akan mencapai puncak 4,98 persen pada Mei 2023. Suku bunga tersebut naik dari perkiraan 4,92 persen sebelum data sektor jasa dirilis.

S&P 500 menguat 13,8 persen pada Oktober dan November di tengah harapan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Proyeksi kenaikan suku bunga dapat dihambat oleh rilis data, termasuk Indeks Harga Produsen pada hari Jumat mendatang.

“Pasar melaju secara sendiri pada akhir November, tetapi kami mendapat data ekonomi yang bagus, sehingga masyarakat bisa mengevaluasi apa yang akan dilakukan Fed minggu depan,” ujar Sadkin dari Bel Air.

 

Leave a Comment