Investor Khawatir Pelambatan Ekonomi Global, Wall Street Ditutup Merosot

Pada perdagangan hari Jumat (16/9/2022), bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street berakhir di zona merah. Karena peringatan dari FedEx akan adanya perlambatan ekonomi global yang membuat investor khawatir, Wall Street jatuh ke posisi terendah dalam dua bulan terakhir.

Dikutip dari Reuters (19/9), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 139,4 poin atau 0,45 persen menjadi 30.822,42, S&P 500 (.SPX) kehilangan 28,02 poin atau setara dengan 0,72 persen menjadi 3.873,33, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 103,95 poin menjadi 11.448,40.

Investor mengalami kekhawatiran inflasi, kenaikan suku bunga yang menjulang dan tanda-tanda peringatan ekonomi yang tidak menyenangkan, S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan persentase mingguan terburuk sejak Juni.

Pernyataan FedEx mengikuti pernyataan dari Bank Dunia dan IMF, yang keduanya memperingatkan perlambatan ekonomi dunia dalam waktu dekat.

Banjir data ekonomi campuran, didominasi oleh laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan (CPI), memperkuat kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) minggu depan.

Pasar keuangan telah memperkirakan kemungkinan 18 persen dari kenaikan 100 basis poin berukuran super ke tingkat target dana Fed pada hari Rabu, menurut alat FedWatch CME.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan energi (.SPNY) dan industri (.SPLRCI) mengalami penurunan persentase paling tajam.

Dow Transports (.DJT), yang dipandang sebagai barometer kesehatan ekonomi, menurun drastis senilai5,1 persen. Penurunan itu dipimpin oleh penurunan saham FedEx sebesar 21,4 persen, penurunan terbesar di S&P 500.

Peers United Parcel Service (UPS.N) dan XPO Logistics (XPO.N) masing-masing turun 4,5 persen dan 4,7 persen, sementara Amazon.com Inc (AMZN.O) turun 2,1 persen.

Volume di bursa AS adalah 16,92 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,72 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Senin (19/9). Pergerakan indeks saham selama sepekan mengalami perubahan 1,02 persen pada level 7.168,870, dari posisi 7.242,656 pada penutupan pekan lalu.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG berada di rentang support 7.072-7.117 dan resistance di level 7.253-7.344.

“Candlestick membentuk shooting long black body dengan volume tinggi dan stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan,” ujar Dennies dalam risetnya, Senin (19/9).

Dennies mengatakan pergerakan masih dibayangi kekhawatiran akan potensi kenaikan suku bunga The Fed mencapai 100 bps di bulan September ini.

Hal senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang yang menyebut aksi investor menunggu keputusan kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan sekitar 75 bps-100 bps akan mempengaruhi pergerakan saham.

“Di awal perdagangan minggu ini, IHSG diperkirakan sulit untuk bangkit alias masih berpeluang tertekan,” kata Edwin.

Edwin mencermati sentimen melemahnya IHSG seiring kombinasi kembali turunnya indeks DJIA Jumat lalu sebesar 0,45 persen dan EIDO turun 1,94 persen. Harga beberapa komoditas juga menurun seperti CPO sebesar 2,78 persen, batu bara sebesar 2,28 persen dan timah sebesar 1,73 persen.

“Bank Indonesia juga diperkirakan kembali menaikkan 7DRR sebesar 25 bps pada 21-22 September 2022,” tutur Edwin.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan Edwin, yaitu:

  1. MTEL

Technical Indicators: Buy

Buy: 785

Target Price: 825

Stop-Loss : 745

  1. SMGR

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 6.875

Target Price: 7.225

Stop-Loss: 6.550

  1. SMRA

Technical Indicators: Strong Buy and Overbought

Buy: 720

Target Price: 760

Stop-Loss: 685

  1. PTPP

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 1.060

Target Price: 1.110

Stop-Loss: 1.010

  1. JPFA

Technical Indicators: Buy

Buy: 1.520

Target Price: 1.600

Stop-Loss: 1.440

 

Leave a Comment