Investor Khawatir Kenaikan Suku Bunga The Fed, Wall Street Ditutup Melemah

Pada perdagangan Selasa (2/11/2022), Indeks saham Amerika Serikat AS atau Wall Street ditutup melemah. Hal tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor tentang kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga secara agresif untuk memerangi inflasi, bahkan ketika pasar tenaga kerja mengalami penguatan.

Mengutip Reuters, Rabu (3/10/2022), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 79,75 poin, atau 0,24 persen menjadi 32.653,2, S&P 500 (.SPX) kehilangan 15,88 poin, atau 0,41 persen menjadi 3.856,1 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 97,30 poin, atau 0,89 persen menjadi 10.890,85.

Sebuah survei menunjukkan, lowongan pekerjaan AS secara tak terduga naik pada bulan September 2022. Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja tetap kuat, bahkan ketika bank sentral melakukan kenaikan suku bunga yang agresif dalam upaya untuk menurunkan inflasi yang sangat tinggi. Namun demikian, investor yakin kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed tidak akan seagresif sebelumnya.

“Energi (.SPNY) naik 0,99 persen, ditopang oleh kenaikan harga minyak mentah, usai China mempertimbangkan untuk mencabut peraturan ketat mengenai COVID-19,” tulis laporan Reuters.

Saham perusahaan China yang terdaftar di AS seperti JD.Com, naik 3,08 persen dan Alibaba Group Holding naik 3,59 persen.

Pertumbuhan perusahaan megacap seperti Amazon (AMZN.O) turun 5,52 persen dan Apple (AAPL.O) 1,75 persen. Hal tersebut mencerminkan tekanan dari kenaikan suku bunga The Fed masih terasa.

Uber Technologies (UBER.N) melonjak 11,97 persen. Lyft Inc (LYFT.O) naik 3,48 persen dan DoorDash (DASH.N) naik 3,61 persen.

Pfizer (PFE.N) naik 3,14 persen setelah pembuat obat menaikkan perkiraan penjualan setahun penuh untuk vaksin COVID-19. Sementara Eli Lilly turun 2,63 persen setelah memangkas perkiraan laba .

Volume di bursa AS adalah 11,11 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,45 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Rabu (2/11). Pada hari Selasa, IHSG melemah 0,65 persen dan ditutup di level 7.052,30.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher, memperkirakan support indeks saham di rentang 6.956-7.004 serta resistance di level 7.114-7.176.

“Candlestick membentuk long black body mengindikasikan potensi pelemahan,” kata Dennies dalam risetnya, Rabu (2/11).

Dennies melihat bahwa para investor akan cenderung bersikap konservatif menjelang penetapan suku bunga The Fed yang diperkirakan naik hingga 75 bps. Menurut dia, pergerakan IHSG akan ditopang musim rilis kinerja emiten pada kuartal III-2022.

Adapun beberapa rekomendasi saham dari Dennies adalah PGAS, TOWR dan PTBA.

Hal senada diungkapkan juga oleh CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, IHSG berpotensi melemah terbatas. Meski begitu, data perekonomian inflasi masih menunjukkan kondisi perekonomian yang berada dalam keadaan stabil.

Tidak hanya itu, sambungnya, rilis data laporan kinerja emiten juga masih berlanjut. Hal ini terlihat dari dominasi kinerja emiten yang bergerak ke arah positif.

“Tentunya dapat menopang pola gerak IHSG yang memiliki kecenderungan tertekan di tengah capital inflow yang masih terlihat stabil,” jelas William.

Beberapa saham lainnya yang direkomendasikan oleh William adalah HMSP, UNVR, WTON, CTRA, ASRI, PWON, KLBF, WIKA dan BBCA.

 

Leave a Comment