Investor Khawatir Ekonomi AS Turun Tajam, Wall Street Melemah

Pada perdagangan Senin (26/9/2022), Wall Street ditutup menurun dengan S&P 500 dan Dow Jones ditutup dengan lebih rendah. Penyebabnya, investor khawatir kampanye agresif Federal Reserve (The Fed) terhadap inflasi dapat membuat ekonomi AS mengalami penurunan tajam.

Dikutip dari Reuters, Selasa (27/9), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 1,11 persen menjadi 29.260,81 poin, sedangkan S&P 500 (.SPX) turun 1,03 persen menjadi 3.655,04. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,6 persen menjadi 10.802,92.

Setelah dua minggu sebagian besar mengalami kerugian di pasar saham AS, Dow Jones mengkonfirmasi telah berada di bear market, pasar yang terus menurun harganya, sejak awal Januari. Indeks S&P 500 (.SPX) mengkonfirmasi pada bulan Juni berada di bear market, dan pada hari Senin mengakhiri sesi di bawah penutupan terendah pertengahan Juni, memperpanjang aksi jual keseluruhan tahun ini.

Dengan sinyal Fed Rabu lalu bahwa suku bunga tinggi dapat bertahan hingga 2023, S&P 500 telah melepaskan kenaikan terakhir yang dibuat dalam reli musim panas .S&P 500 belum turun di bawah level terendah harian pada 17 Juni. Sejauh ini turun sekitar 23 persen pada tahun 2022.

Sementara Dow Jones mencatat rekor turun 20,5 persen dari sejak 4 Januari, menurut definisi umum, mengakhiri sesi turun pada 20 persen atau lebih menandakan Dow Jones berada pada bear market sejak kenaikan tertinggi pada bulan Januari.

Pendapatan Amazon dan Costco Wholesale Corp (COST.O) membantu membatasi kerugian Nasdaq.

Sepuluh dari 11 indeks sektor S&P 500 anjlok, dipimpin oleh penurunan 2,6 persen pada bisnis real estate (.SPLRCR) dan energi (.SPNY).

Volume di bursa AS adalah 11,9 miliar saham, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 11,2 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca Juga:   Wall Street Menguat, Ada Sentimen Positif Perdagangan

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Selasa (27/9). Pada perdagangan Senin (26/9), IHSG ditutup melemah di level 7,127.50 (-0.71 persen).

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi, IHSG berada di rentang 7002-7273. Pergerakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar, peluang kenaikan terbatas masih terlihat dalam pergerakan IHSG hari ini.

“Sedangkan tekanan masih terlihat cukup besar dan peluang koreksi dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William dalam prediksinya, Selasa (27/9).

Saham-saham yang direkomendasikan William, HMSP, KLBF, UNVR, ASRI, GGRM, PWON, BBCA, BSDE, ICBP.

Di sisi lain, Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher. Dennies menuturkan, IHSG diprediksi melemah. Candlestick membentuk lower high dan lower low menguji support MA 50, stochastic bergerak di sekitar area oversold, mengindikasikan rentang pelemahan mulai terbatas.

“Pergerakan akan dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah. Sementara dari global investor akan mencermati pidato dari ketua The Fed terkait perekonomian.,” kata Dennies.

Saham yang direkomendasikan Dennies:

WIIM

Recommendation: Add

Buy Price: 625

Stop loss: 785

Target price: 890-920

SIDO

Recommendation: Hold

Buy Price: 745

Stop Loss: 715

Target Price: 790-810

RALS

Recommendation: Hold

Buy Price: 600

Stop Loss: 575

Target Price: 630-650

TKIM

Recommendation: Hold

Buy Price: 7.525

Stop Loss: 7.150

Target Price: 7.300-7.550

ADRO

Recommendation: Sell

Buy Price: 4,100

Stop Loss: 4,040

Target Price: 4,300 – 4,370.

 

Leave a Comment