Investor Khawatir AS Kembali Resesi, Wall Street Anjlok

Di tengah kekhawatiran Federal Reserve atau The Fed yang makin agresif melawan inflasi, yang dapat berimbas pada lumpuhnya ekonomi AS atau resesi, pada perdagangan hari Kamis (29/9/2022), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, berakhir melemah tajam

Dikutip dari Reuters, Jumat (30/9), S&P 500 turun 2,11 persen dan mengakhiri sesi di 3.640,47 poin. Nasdaq turun 2,84 persen menjadi 10.737,51 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 1,54 persen menjadi 29.225,61 poin.

Aksi jual US Treasury berlanjut, karena pejabat Fed tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral AS itu akan mengubah rencananya kebijakannya.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan, pihaknya tidak melihat adanya tekanan di pasar keuangan AS yang akan bisa mengubah kebijakan bank sentral untuk menurunkan inflasi melalui kenaikan suku bunga.

Data menunjukkan, bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah lima bulan terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja tetap tangguh, meskipun Fed menaikkan suku bunga agresif.

Kabar baik adalah berita buruk karena angka pekerjaan hari ini kembali menegaskan bahwa perjalanan The Fed masih panjang,” kata kepala Manajemen Aset Ladenburg Thalmann, Phil Blancato.

“Ketakutan di pasar adalah bahwa Fed akan mendorong kita ke dalam resesi yang sangat dalam, yang akan menyebabkan resesi pendapatan, itulah sebabnya pasar menjual,” sambungnya.

Saham yang paling banyak diperdagangkan di S&P 500 adalah Tesla Inc (TSLA.O), senilai USD 20,8 miliar. Sahamnya turun 6,8 persen.

Semua 11 indeks sektor S&P 500 turun, dipimpin lebih rendah oleh utilitas, turun 4,06 persen. Diikuti oleh penurunan 3,37 persen pada saham konsumen.

Sementara, Apple Inc (AAPL.O) dan Nvidia Corp (NVDA.O) merosot lebih dari 4 persen, Nasdaq merosot mendekati level terendah 2022, yang ditetapkan pada pertengahan Juni.

Baca Juga:   Terbebani Menurunnya Penjualan Ritel AS, Wall Street Ditutup Melemah

S&P 500 (.SPX) menyentuh posisi terendah yang terakhir terlihat pada November 2020. Turun lebih dari 8 persen pada September, benchmark berada di jalur untuk September terburuk sejak 2008.

Volume di bursa AS relatif berat, dengan 11,6 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,4 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

CarMax Inc (KMX.N) merosot hampir 25 persen setelah pengecer mobil bekas itu meleset dari ekspektasi untuk hasil kuartal kedua, dirugikan oleh konsumen yang memotong pengeluaran di tengah inflasi, kenaikan suku bunga dan harga mobil yang lebih tinggi. Sementara General Motors Co (GM.N) dan Ford Motor Co (F.N) masing-masing turun lebih dari 5 persen.

Maskapai penerbangan dan operator pelayaran jatuh karena perjalanan yang dibatalkan atau ditunda setelah Badai Ian menghantam Pantai Teluk Florida. American Airlines (AAL.O), United Airlines Holdings (UAL.O) dan Delta Air Lines (DAL.N) masing-masing kehilangan lebih dari 2 persen. Sementara operator kapal pesiar Norwegian Cruise Line Holdings Ltd (NCLH.N) turun 5,3 persen dan Carnival Corp (CCL.N) turun 6,8 persen.

 

Leave a Comment