Investor Khawatir Ada Krisis Likuiditas Bank, Wall Street Ditutup Melemah

Pada perdagangan Rabu (12/4/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah. Pasalnya, investor khawatir akan ada krisis likuiditas bank regional.

Mengutip Reuters, Kamis (13/4), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 38,29 poin atau 0,11 persen menjadi 33.646,5. S&P 500 (.SPX) kehilangan 16,99 poin atau 0,41 persen menjadi 4.091,95. Kemudian Nasdaq Composite (.IXIC) turun 102,54 poin atau 0,85 persen menjadi 11.929,34.

Volume di bursa AS adalah 10,40 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,78 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Meski begitu, laporan inflasi AS yang mulai mendingin dari perkiraan pasar, memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga.

“Laporannya jelas bahwa ada kekhawatiran Fed yang sedang berlangsung sehubungan dengan krisis perbankan serta kenaikan harga,” kata Chief Executive Officer AXS Investments di New York, Greg Bassuk.

Bassuk menjelaskan, data ekonomi sangat berpengaruh terhadap keputusan investor. Volatilitas di pasar akan berlanjut, artinya investor harus berhati-hati dalam menghadapi segala kemungkinan.

“Ada begitu banyak hal yang terjadi sekarang yang menyebabkan ketidakpastian untuk Wall Street,” terang dia.

Adapun, 70 persen investor di pasar keuangan memproyeksi The Fed bakal menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) pada akhir pertemuan kebijakan FOMC bulan depan.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis (13/4). Pada perdagangan Rabu (12/4), IHSG berakhir melemah 12,35 poin (0,18 persen) ke 6.798.

Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebutkan IHSG hari ini akan bergerak pada level support 6.735, 6.705, dan 6.667, sementara level resistennya di 6.817, 6.872-6.901, 6.962, dan 7.006.

“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish,” ujar Ivan dalam risetnya, Kamis (13/4).

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi IHSG akan rebound pada kisaran 6.820-6.835. Pergerakan IHSG hari ini akan merefleksikan respons pelaku pasar terhadap realisasi data inflasi di AS.

“Data tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 bps di 3 Mei 2023. Akan tetapi, pasar tetap menantikan potensi clue terhadap terminal rate dari The Fed,” jelasnya.

Alrich melanjutkan, kondisi pasar di dalam negeri terlihat dari penjualan ritel tumbuh 0.6 persen (yoy) di Februari 2023 dari kontraksi 0.6 persen (yoy) di Januari 2023.

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik ke 123.3 di Maret 2023 dari 122.4 di Februari 2023. Kondisi ini, menurut dia, memperkuat keyakinan bahwa konsumsi domestik masih kuat dan berpotensi menjaga laju pertumbuhan ekonomi di 2023.

Adapun saham-saham rekomendasi Alrich yang berpotensi cuan hari ini antara lain BMRI, AMRT, EXCL, ESSA, ADMR, UNVR dan IMPC.

 

Leave a Comment