Kinerja IHSG sejak awal tahun 2024 terbilang menguat tipis. IHSG tercatat 7268,35 pada pembukaan awal Januari, tetapi telah mencapai 7311,90 pada penutupan perdagangan tanggal 1 Maret kemarin. Peningkatan terutama terjadi pada saham-saham perbankan serta saham-saham yang menjadwalkan pembagian dividen dalam waktu dekat.
Perbaikan kinerja IHSG juga tak lepas dari nilai net buy asing yang mencapai Rp18,43 triliun selama dua bulan (Januari-Februari) saja. Sebagian besar dana tersebut masuk ke dalam sepuluh (10) saham favorit asing berikut ini:
- PT Bank Central Asia (BBCA)
Aksi beli asing secara neto tercatat sebesar Rp4,9 triliun. Hasilnya, harga saham BBCA meningkat nyaris 7% sampai Rp6.125 per lembar.
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Aksi beli bersih asing atas BBRI tercatat sebesar Rp3,7 triliun antara Januari-Februari. Dalam rentang waktu yang sama, harga saham BBRI meningkat sekitar 5% sampai Rp9.875 per lembar.
- PT Bank Mandiri (BMRI)
Aksi beli asing secara neto mencapai Rp3,5 triliun, mengantarkan harga saham BMRI melejit 15,7% sampai Rp7.000 per lembar.
- PT Telkom Indonesia (TLKM)
Total foreign net buy sebesar Rp2,2 triliun mendorong harga saham TLKM naik tipis 1,27% sampai Rp4.000 per lembar.
- PT Bank Negara Indonesia (BBNI)
Aksi beli asing secara neto mencapai Rp1,3 triliun, mendongkrak harga saham BBNI sebesar 11,6% sampai Rp6.000 per lembar.
- PT Bank Syariah Indonesia (BRIS)
Total pembelian bersih asing atas saham bank syariah raksasa ini hanya Rp693 miliar. Tapi harga saham BRIS meroket lebih dari 40% dalam tempo dua bulan sampai Rp2.470 per lembar.
- PT MD Pictures (FILM)
FILM mendadak jadi salah satu saham favorit asing di luar sektor perbankan, dengan total net buy Rp643,8 miliar. Harga saham FILM meningkat sekitar 3% secara year-to-date sampai Rp4.080 per lembar.
- PT Amman Mineral Internasional (AMMN)
Nilai pembelian bersih asing pada saham grup Medco yang baru IPO tahun lalu ini mencapai Rp513,2 miliar. Harga saham AMMN meloncat hampir 30% secara year-to-date sampai Rp8.500 per lembar.
- PT Adaro Energy Indonesia (ADRO)
Nilai foreign net buy atas emiten migas top ini mencapai Rp329,7 miliar. Harga saham ADRO naik tipis 1,7% secara year-to-date sampai Rp2420 per lembar.
- PT Buana Lintas Lautan (BULL)
Aksi beli bersih asing dalam saham transportasi migas ternama ini mencapai Rp317,7 miliar, mengerek harga saham BULL sebesar 32,5% sampai Rp104 per lembar.
Tagged With : investor saham • saham