Menjadi pengusaha sukses tentunya merupakan dambaan banyak orang. Namun tentunya, tidak semua orang ditakdirkan untuk sukses dalam menjalankan bisnis. Berita baiknya, kewirausahaan adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Jadi, semua orang tetap memiliki peluang untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Cerita pengalaman dari orang lain, pengalaman sendiri, dan berbagi ilmu dari pakar adalah beberapa hal yang bisa anda coba untuk menjadi seorang pengusaha.
Di tahap awal, setidaknya ada tiga pilar penting yang harus bisa dilakukan seorang pengusaha atau calon pengusaha, jika anda ingin melakukan suatu perubahan fundamental dalam sistem, baik dalam sistem bisnis, sistem personal, dan sistem sosial. Ketiga pilar dimaksud adalah:

- Anda mesti bisa menjelaskan dan menggambarkan orang seperti apa anda. Buka jabatan dalam pekerjaan, usia, atau status perkawainan. Namun, siapa anda dari aspek kepribadian. Apa kekuatan super unik yang anda miliki? Apa hal utama yang mendorong anda untuk menjalankan bisnis?
- Akan lebih baik lagi, jika anda bisa menjelaskan apa yang anda inginkan. Apa keinginan yang mampu mendorong motivasi anda untuk melalui perjalanan yang panjang dan sulit dalam bisnis? Sebuah perjalanan perubahan, tentunya. Identifikasi motivasi tersebut dari dalam diri anda.
- Ada banyak jalan atau platform yang bisa membawa anda keluar dari masa kini yang tidak memuaskan menuju masa depan yang cerah. Platform mana yang cocok untuk anda? Jika anda sudah tahu siapa diri anda dan apa yang anda inginkan, maka inilah saatnya mengidentifikasi dan memprioritaskan platform terbaik untuk anda.
Ingin Menjadi Seorang Pengusaha? Tunjukkan “Siapa” Anda
Mari kita mulai dengan pilar pertama. Misalkan anda hadir di sebuah rapat. Orang-orang asing duduk di sekitar anda atau melihat ke satu layar yang sama dengan anda. Kemudian, panitia rapat meminta setiap orang memperkenalkan diri. Misalnya, orang pertama mengaku berasal dari Kota Jakarta, orang kedua dari Kota Medan, seterusnya dari Pulau Bali, dan selanjutnya dari Yogyakarta. Kemudian, ada yang mengaku sebagai mantan atlit, dan ada yang pernah bekerja di perusahaan sejenis.
Orang-orang ini tidak menceritakan ‘siapa’ mereka, namun hanya ‘apa’ mereka. Salah satunya mantan eksekutif, dan ada mantan atlet. Jika mereka bercerita ‘Siapa’ mereka, maka deskripsinya mestinya berbeda. Misalnya, mereka akan bercerita tentang apa yang mereka harapkan dengan hadir di rapat. Sedangkan pertanyaan “Apa’ lebih berkaitan dengan peran di perusahaan atau jabatan. Sementara itu, pertanyaan “Siapa” lebih berkaitan dengan identitas personal dan karakteristik individual.
Jika seseorang berkata seperti ini, “Saya seorang introvert, namun saya unggul saat bekerja di bawah tekanan, dan lingkungan kerja yang sangat terstruktur dan kaku membuat saya sress, maka ini adalah contoh penjelasan tentang “Siapa.” Orang tersebut berbagi cerita tentang tipe kepribadian, lingkungan kerja yang disukai, serta nilai pokok yang dipegang.
Jadi, agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya dalam upaya mengubah kehidupan kita maupun lingkungan bisnis yang dijalankan, maka terlebih dahulu kita harus mengenali “Siapa” diri kita. Pada level ini, akan terbuka peluang yang tidak terbatas untuk dikejar di masa mendatang. Kita tidak boleh membatasi pemikiran pada “Apa” kita saat ini, karena penjelasan tentang “Apa” justru akan mempersempit ruang peluang yang ada di hadapan kita.
Ingin Menjadi Seorang Pengusaha? Tunjukkan “Wajah” Yang Sesungguhnya
Coba bayangkan, apa lagi yang tersisa jika anda menghilangkan semua atribut yang menggambarkan tentang “Apa” anda (termasuk latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, atau asal usul anda). Seperti apakah diri anda yang sesungguhnya? Bayangkan bagaimana anda menggambarkan diri anda pada rapat terakhir. Anda menyebutkan nama, riwayat pekerjaan, posisi saat ini, usia, dan asal-usul.
Nah, coba tantang diri anda untuk menjawab pertanyaan di atas dengan kondisi sebaliknya: “Siapa diri anda, jika nama anda bukan itu, riwayat pekerjaan anda bukan itu, usia anda bukan itu, dan orang tua anda bukan itu? Lalu, siapa anda? Apa yang tersisa? Inilah fondasi dan kekuatan dari dalam diri anda.
Ketika anda meminta dua orang yang berbeda melakukan pekerjaan yang sama, anda akan melihat bahwa cara dan hasil dari keduanya akan berbeda. Misalnya, salah satu memiliki tipe manajer yang lebih fokus pada kinerja orang lain. Satu lagi lebih visioner dan berkarakter pemimpin. “Apa” dari ekduanya sama, namun “Siapa” akan menuntukan cara unik dari masing-masingnya untuk menyelesaikan masalah, dan pada akhirnya, menentukan siapa yang akan sukses.
Ingin Menjadi Seorang Pengusaha? Bercerminlah Sejenak
Sulit untuk menghilangkan semua atribut dan lencana yang kita dapatkan dengan susah payah dari nol hingga ke posisi saat ini, bukan? Bahkan, sekalipun anda berfikir sudah mencapai target, percayalah, masih banyak hal lain yang mesti dikerjakan. Diperlukan kejujuran dan integritas untuk bercermin diri dan melihat “Siapa” kita yang sebenarnya, bukan “Siapa yang kita inginkan.” Namun, membangun fondasi bisnis ini sangatlah penting bagi anda yang ingin menjadi seorang pengusaha. Kita mesti mampu menyelaraskan “Siapa” kita dan apa yang kita inginkan, dan bagaimana cara mencapainya.
Tagged With : manajemen bisnis