Ingin Investasi Dinar Emas? Beberapa Hal Ini Wajib Diketahui

Investasi emas tidak hanya berbentuk batangan atau perhiasan. Ada pula investasi koin khas yang disebut sebagai dinar. Umat Islam tentu sudah sangat familiar dengan koin Dinar Emas yang konon dipergunakan sebagai alat pembayaran di era Rasulullah SAW. Namun, saat ini koin Dinar Emas sudah tak lazim dipakai dalam jual-beli, melainkan lebih berfungsi sebagai alat investasi.

Sebagai alat investasi, Dinar Emas pun memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dengan produk emas lainnya. Berikut ini beberapa karakter yang wajib Anda ketahui sebelum mulai investasi Dinar Emas:

1. Ukuran Koin Dinar

Bobot Dinar Emas yang baku sebesar 4.25 gram per koin, dengan kadar emas murni 22 karat. Jadi, penjualannya berdasarkan basis ukuran tersebut, bukan per gram layaknya emas batangan dan perhiasan. Contohnya, apabila Anda mengunjungi gerai Antam atau situs LogamMulia.com, maka akan menemukan lini koin Dinar Emas dijual dengan ukuran satuan 1/4 koin, 1/2 koin, 1 koin, 2 koin, dan 4 koin.

Investasi Dinar Emas

2. Biaya Cetak

Biaya cetak Dinar lebih mahal daripada emas batangan, yakni sekitar 3–5 persen dari harga jual. Namun, desainnya seringkali lebih menarik daripada emas batangan. Umpamanya Dinar Antam dihiasi dengan gambar Masjidil Haram di bagian depan dan bertuliskan dua kalimat Syahadat di bagian belakang.

3. Likuiditas Dinar

Dibandingkan dengan emas batangan dan emas perhiasan, koin Dinar lebih tidak likuid, atau dengan kata lain, lebih sulit diperjualbelikan. Anda tidak akan mudah membeli atau menjualnya kembali di toko emas biasa. Anda kemungkinan hanya dapat mengaksesnya di Gerai Antam, Pegadaian, dan bank-bank syariah saja.

4. Fungsi Lain Dinar

Meskipun Dinar lebih sulit diperjualbelikan, tetapi nilai koin Dinar itu sendiri bisa jadi sangat tinggi dalam komunitas-komunitas tertentu. Bahkan, ada komunitas yang memfungsikannya sebagai alat pembayaran antar anggota dengan memecahnya per transaksi karena ingin berusaha meneladani kegiatan jual-beli di era Rasulullah SAW. Namun, di luar komunitas dan kolektor tertentu, masyarakat awam biasanya hanya menggunakan Dinar Emas sebagai mahar dalam pernikahan.

Baca Juga:   Panduan Membeli Perhiasan Emas Online yang Menguntungkan

Nah, setelah mengetahui beberapa hal ini, apakah Anda masih ingin berinvestasi emas dalam bentuk Dinar? Hal pertama yang harus ditentukan sebelum investasi dalam aset apapun adalah menentukan tujuan investasi Anda. Jika tujuan Anda selaras dengan karakter aset ini, maka tentu investasi Dinar merupakan pilihan yang bagus.

Tagged With :

Leave a Comment