Pada perdagangan Jumat (13/10/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup anjlok. Hal itu disebabkan oleh memburuknya data sentimen konsumen dan meningkatnya konflik Timur Tengah antara Hamas-Israel.
Mengutip Reuters, Senin (16/10) S&P 500 (.SPX) turun 0,50 persen menjadi 4.327,78, Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,23 persen menjadi 13.407,23. Sementara Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik tipis 0,12 persen menjadi 33.670,29.
“Investor selalu memantau konflik yang terjadi di Timur Tengah,” tulis laporan tersebut.
Pada Jumat lalu, Israel mengatakan pihaknya melakukan serangan di Jalur Gaza. Ini merupakan pengumuman pertama mengenai operasi darat yang ditujukan terhadap pejuang Hamas setelah serangan mematikan di Israel.
Meningkatnya konflik Hamas-Israel itu menyebabkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) alias US Treasury naik karena investor mencari aset yang lebih aman. Sementara harga minyak AS melonjak 5,8 persen.
Ekonom sekaligus Ahli Strategi Portofolio New York Life Investments, Lauren Goodwin mengatakan pergerakan obligasi, ekuitas dan minyak mencerminkan kekhawatiran terhadap memburuknya sentimen konsumen, ekonomi global dan konflik geopolitik.
“Pada tahap siklus ekonomi ini, ketika data bagus namun diperkirakan akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan,” kata Goodwin.
Secara kumulatif, dalam S&P 500 mencatat kenaikan 0,45 persen untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Nasdaq turun 0,18 persen, dan Dow naik 0,79 persen.
DIPREDIKSI MENGUAT
Pada perdagangan Senin (16/10/2023), indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas. Sementara pada perdagangan Jumat (13 /10) IHSG ditutup dengan pelemahan 8,371 atau 0,12% ke level 6.926,780.
Ceo Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan bergerak pada 6.789-6.978 pada perdagangan Senin (16/10). Menurutnya, mengawali pekan ketiga Oktober ini, pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data perekonomian.
“Neraca perdagangan yang diperkirakan akan berada dalam kondisi cukup stabil, sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG hari ini,” tutur William dalam keterangannya pada Senin (16/10).
Sementara, dalam sentimen negatif dari masih terjadinya capital outflow dan pergerakan nilai tukar menjadi salah satu faktor yang juga mempengaruhi pola gerak IHSG.
Kendati demikian, William melihat peluang koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas.
Adapun saham hari ini yang direkomendasikan William meliputi TLKM, ITMG, ASII, UNVR, BBCA, SMGR, LSIP dan AKRA.
Dalam riset KB Valbury Sekuritas, IHSG diproyeksikan masih akan menguji level EMA 50 atau 6915 dengan support kuatnya di 6900 dan resistance berada di 6.990-7.022.
“Namun, jika IHSG kembali bergejolak maka berpotensi untuk menuju support berikutnya di level 6.840-6.870,” tulis KB Valbury Sekuritas dikutip Senin (16/10).
Kendati demikian, sama seperti William, KB Valbury Sekuritas juga memandang data-data perekonomian yang akan dirilis pada pekan ini.
“Dari dalam negeri, akan ada rilis Neraca Dagang beserta perkembangan ekspor-impor periode September dan juga rilis data suku bunga acuan yang diperkirakan masih akan tertahan di 5,75 persen,” tulisnya.
Lalu dari luar negeri, China akan ada rilis pertumbuhan PDB kuartal ketiga, Amerika Serikat juga akan dinanti rilis data penjualan ritel yang ditunggu oleh para pelaku pasar.
Sementara, agenda emiten dalam negeri tercatat PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini, Senin (16/10).