Sepanjang tahun 2018, IHSG terus menerus memerah. Kemerosotan pasar modal ini membuat banyak investor saham gagal cuan hingga berujung patah semangat. Padahal sudah bersusah payah melakukan analisa teknikal dan fundamental, tetapi lagi-lagi harga saham turun karena sentimen dari luar negeri yang buruk.
Dalam situasi seperti ini, pada dasarnya, ada tiga hal yang bisa dilakukan investor saham; yaitu ikut-kutan jual, diamkan saja, atau justru beli saham lagi. Mana alternatif yang terbaik?

1. Ikut-ikutan Jual (Panic-Selling)
Dunia telah menyaksikan berulangkali krisis finansial. Setiap kali krisis, pasar modal jatuh hingga mengakibatkan banyak orang bangkrut. Oleh karenanya, jika Anda takut pasar modal bakal runtuh dan ingin menyelamatkan dana Anda secepatnya, maka ikut-ikutan jual sekarang merupakan suatu opsi yang dapat dipertimbangkan.
Namun, ketahui juga bahwa bisa jadi penurunan IHSG saat ini hanya sekedar terkoreksi saja. Artinya, dalam beberapa waktu ke depan harga bisa naik lagi dan Anda telanjur jual rugi. Jika Anda telaah secara historis, akan ditemukan lebih banyak momen ketika IHSG merosot lalu bangkit lagi, ketimbang merosot lalu tenggelam.
2. Diamkan Saja (Hold)
Opsi kedua ini cenderung netral. Anda percaya bahwa saham-saham pilihan Anda memiliki fundamental yang bagus dan prospeknya ke depan tetap cemerlang, walaupun sementara ini loyo. Atau bisa jadi beta saham pilihan Anda negatif, sehingga tak terpengaruh oleh kemerosotan IHSG.
Akan tetapi, jika Anda ambil opsi yang kedua ini, maka jangan anggap kalau Anda bisa santai-santai saja. Ingat, kondisi pasar bisa berubah kapan saja. Walaupun sudah memutuskan hold, tetapi perlu terus memantau kondisi pasar, agar bisa cepat bertindak apabila ada tanda-tanda perubahan situasi.
3. Beli Lagi (Average Down)
Opsi terakhir ini mengandung risiko terbesar, tetapi sekaligus juga prospek keuntungan paling besar.
Saat IHSG merosot, banyak saham-saham bagus yang harganya justru terdiskon, alias jadi murah. Bahkan ada pakar yang mengumpamakan masa-masa IHSG jatuh sebagai midnight sale; saham-saham yang performanya bagus menjadi berharga di bawah normal. Oleh karenanya, apabila Anda memiliki persediaan uang dingin memadai, justru inilah saatnya untuk borong saham lagi.
Risikonya, apabila ternyata kemerosotan IHSG itu merupakan prolog menuju krisis yang lebih parah, maka dana Anda bisa hangus tak tertolong lagi. Jadi, keputusan untuk beli lagi pun perlu perhitungan secara hati-hati; jangan sampai hanya semata karena punya uang lalu borong habis-habisan.
Sebaiknya Anda lakukan analisa baik-baik, penurunan IHSG akan sampai mana, baru kemudian putuskan apakah akan ikut-ikutan jual, tahan saja yang sudah dimiliki, atau beli lagi. Apabila merasa ragu, tak ada salahnya mengajak diskusi para pakar atau mengikuti salah satu seminar pakar untuk mengetahui situasi dengan lebih jelas sebelum mengambil keputusan.
Tagged With : investasi • saham