IHSG Tertekan! Sinyal Death Cross Mengintai, Pasar Waspadai Arah Baru BI Rate

Analisis Pelemahan IHSG – Rabu, 19 November

  • Kondisi penutupan IHSG sebelumnya

    • IHSG ditutup melemah di level 8.361,93 atau turun 0,65 persen pada perdagangan Selasa (18/11).

    • Tekanan jual terlihat dominan, mencerminkan sentimen pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.

  • Indikator teknikal menunjukkan sinyal pelemahan

    • Analis Phintraco Sekuritas menyoroti bahwa indikator MACD berpotensi mengalami Death Cross, sebuah sinyal bearish yang mengindikasikan potensi tren turun lanjutan.

    • Indikator Stochastic RSI juga telah mengalami Death Cross di area overbought, yang memperkuat gambaran bahwa tekanan jual masih kuat.

    • IHSG tercatat ditutup di bawah MA5, pertanda bahwa pergerakan jangka pendek masih berada dalam fase korektif.

    • Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan ke support area 8.300–8.325.

  • Sektor yang memengaruhi pergerakan IHSG

    • Saham-saham energi mencatat koreksi terdalam, dipicu oleh sentimen negatif global dan pelemahan harga komoditas tertentu.

    • Sebaliknya, sektor properti menjadi satu-satunya yang menguat, didukung minat beli investor jangka pendek.

    • Saham komoditas emas ikut tertekan karena:

      • Turunnya harga emas global.

      • Rencana penerapan bea ekspor emas 7,5%–15% pada 2026, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap profitabilitas jangka panjang.

  • Sentimen makroekonomi yang memengaruhi pasar

    • Pelemahan IHSG salah satunya dipicu oleh melemahnya indeks global dan regional, sehingga memicu aksi ambil untung.

    • Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, menambah tekanan pada pasar saham domestik.

    • Pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI, yang diprediksi mempertahankan BI Rate di 4,75%.

    • Dari global:

      • Inggris diperkirakan merilis data inflasi Oktober di level 3,6% YoY.

      • Euro area diproyeksikan mencatat inflasi 2,1% YoY.

      • Investor AS menunggu FOMC Minutes, yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

  • Rekomendasi saham dari analis

    • Top picks Phintraco Sekuritas: TPIA, CPIN, ISAT, BBRI, ULTJ.

    • MNC Sekuritas melihat pelemahan saat ini masih bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG berpeluang menguat kembali ke 8.487–8.539 setelah melewati area koreksi 8.279–8.332.

    • Rekomendasi saham MNC Sekuritas: BFIN, BUVA, PTRO, ULTJ.

Leave a Comment