IHSG Tertekan, Berpotensi Uji Support 8.325–8.350 pada Jumat (14/11)

Analisis IHSG Melemah pada Perdagangan Jumat (14/11)

Pergerakan IHSG Sebelumnya

  • Pada perdagangan Kamis (13/11), IHSG ditutup di posisi 8.371,999, melemah 16,567 poin atau 0,20 persen dibanding penutupan sebelumnya.

  • Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai dominan menjelang akhir pekan, terutama karena pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi global.

Sinyal Teknis yang Mengindikasikan Pelemahan

  • Menurut Analis Phintraco Sekuritas, terdapat beberapa indikator teknikal yang memberikan sinyal negatif:

    • IHSG ditutup di bawah MA5, mengindikasikan tren jangka pendek mulai kehilangan momentum positif.

    • Stochastic RSI melanjutkan pelemahan, menandakan area overbought mulai terkoreksi dan potensi lanjutan tekanan jual.

    • Volume jual meningkat, yang menunjukkan adanya distribusi saham oleh pelaku pasar besar.

  • Dengan kombinasi sinyal teknis tersebut, IHSG berpotensi melemah menguji support di kisaran 8.325–8.350 pada perdagangan Jumat (14/11).

Sentimen Eksternal dari China

  • Pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi China yang dijadwalkan keluar pada Oktober:

    • Industrial Production diperkirakan tumbuh 5,8% yoy, turun dari 6,5% yoy bulan sebelumnya. Penurunan ini dapat menandakan perlambatan aktivitas industri.

    • Retail Sales diproyeksi naik 2,2% yoy, lebih rendah dari 3% yoy pada September. Ini menunjukkan konsumsi masyarakat China masih belum pulih optimal.

  • Data ekonomi China sering menjadi acuan pelaku pasar Indonesia mengingat hubungan dagang yang kuat antara kedua negara.

Rekomendasi Saham dari Phintraco Sekuritas

  • Beberapa saham yang berpotensi menarik untuk diperhatikan pada Jumat (14/11) meliputi:
    PNLF, ARCI, TINS, INDF, dan BRMS.

  • Saham-saham ini dinilai masih memiliki katalis positif dan potensi teknikal yang cukup kuat meski IHSG diprediksi melemah.

Pandangan MNC Sekuritas

  • MNC Sekuritas memberikan pandangan sedikit berbeda, memprediksi IHSG akan bergerak fluktuatif.

  • Dalam skenario terbaik (best case):

    • IHSG berpeluang menguat menuju area 8.487–8.539 sebagai bagian dari wave (iii) dari wave [iii].

  • Area yang perlu dicermati sebagai potensi koreksi adalah 8.279–8.332.

  • Saham rekomendasi MNC Sekuritas meliputi:
    ARCI, MLPL, SIDO, dan AKRA.


Disclaimer: Informasi bukan ajakan membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Leave a Comment