IHSG Terpeleset ke Zona Merah pada Perdagangan Selasa, 11 Juni 2019

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau membuka perdagangan hari ini. Pada perdagangan preopening, IHSG masih bergerak melemah tipis 2,810 poin (0,04 persen) ke 6.286,800.

Mengawali perdagangan Selasa (11/6), IHSG dibuka menguat 3,002 poin (0,05 persen) ke 6.292,612. Namun pada pukul 09.03, IHSG harus terpeleset ke zona merah yaitu melemah 0,220 poin (0,00 persen) ke 6.289,390. Hingga saat ini IHSG masih berada di zona merah. Sementara indeks LQ45 justru dibuka melemah 0,722 poin (0,07 persen) ke 1.001,273.

Enam dari 10 indeks sektoral menguat. Penguatan paling tajam terjadi di sektor tambang yang naik 0,42 persen.

Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS dibuka di Rp 14.225. Dolar AS kemudian naik ke Rp 14.245. Lalu, dolar AS bergerak fluktuatif dan kini posisinya ada di Rp 14.240.

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

– Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 34,54 poin (0,16 persen) ke 21.168,96

– Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 44,67 poin (0,16 persen) ke 27.623,31

– Indeks SSE Composite di China naik 6,69 poin (0,23 persen) ke 2.858,82

– Indeks Straits Times di Singapura naik 16,10 poin (0,51 persen) ke 3.204,21

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 1,30 persen di level 6.289,610 pada 10 Juni 2019. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.265,711 hingga 6.241,813. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range level 6.324,077 hingga 6.358,543.

Dengan dasar melihat indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Meskipun demikian, terlihat bahwa Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought. Sementara, terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Baca Juga:   7 Kiat Praktis Mengendalikan Risiko Investasi Saham

Menu Saham Pilihan:

BBCA, “Partial Sell” pada area level 29.400 – 30.000, dengan target harga secara bertahap di level 28.750 dan 28.000. Resistance: 31.000,

BNGA, “Akumulasi Beli” pada area 950 – 970, dengan target harga secara bertahap di level 980, 1000, 1020 dan 1040. Support: 950 & 940,

EXCL, “Partial Sell” pada area level 2.940 – 3.020, dengan target harga secara bertahap di level 2.740 dan 2.680. Resistance: 3.020 & 3.070,

ICBP, “Akumulasi Beli” pada area level 9.700 – 9.800, dengan target harga secara bertahap di level 9.900, 10.300 dan 10.725. Support: 9.600 & 9.500,

LPKR, “Akumulasi Beli” pada level 314 – 320, dengan target harga secara bertahap di 324, 368 dan 412. Support: 304,

MYOR, “Akumulasi Beli” pada area level 2.540 – 2.560, dengan target harga secara bertahap di level 2.600, 2.710 dan 2.820. Support: 2.490 & 2.460. (*)

Tinggalkan sebuah Komentar