IHSG Terancam Koreksi: Aksi Ambil Untung dan Defisit Dagang Jadi Pemicu

Inilah penjelasan mengenai proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (22/8).

Secara garis besar, IHSG diproyeksikan akan melemah atau bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa faktor utama.

1. Pelemahan IHSG Sebelumnya dan Aksi Jual

Pada perdagangan Kamis (21/8), IHSG sudah mengalami pelemahan sebesar 0,67% ke level 7.890,71. Menurut Phintraco Sekuritas, pelemahan ini disebabkan oleh aksi ambil untung atau profit taking oleh investor terhadap saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap). Aksi ini menunjukkan bahwa setelah tren penguatan sebelumnya, investor memilih untuk merealisasikan keuntungan mereka, yang menyebabkan tekanan jual di pasar. MNC Sekuritas juga senada, menyebut pelemahan ini dibebani oleh tekanan jual.

2. Analisis Teknikal

  • Phintraco Sekuritas berpendapat bahwa secara teknikal, meskipun tren jangka menengah-panjang IHSG masih bullish (menguat), beberapa indikator menunjukkan potensi koreksi jangka pendek. Oleh karena itu, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 7.800-7.930.
  • MNC Sekuritas menganalisis bahwa IHSG berpotensi terkoreksi kembali. Meskipun ada ruang untuk menguat menguji level 8.025-8.102, mereka menyarankan investor untuk mencermati adanya koreksi jangka pendek ke rentang 7.815-7.831.

3. Faktor Ekonomi Domestik

Dua faktor ekonomi dari dalam negeri yang memengaruhi sentimen pasar adalah:

  • Defisit Neraca Transaksi Berjalan: Indonesia mencatat defisit neraca transaksi berjalan sebesar USD 3 miliar pada kuartal II 2025. Ini merupakan defisit terbesar sejak kuartal II 2024 dan menandai defisit selama sembilan kuartal berturut-turut. Angka ini lebih besar dari defisit kuartal sebelumnya, yang bisa menjadi sentimen negatif bagi investor.
  • Peningkatan Jumlah Uang Beredar (M2): Data jumlah uang beredar M2 pada Juli 2025 diperkirakan meningkat 6,7% (yoy). Akselerasi ini menandakan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan likuiditas di pasar, yang disinyalir berkat pemangkasan suku bunga BI Rate dan adanya bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Peningkatan likuiditas ini bisa menjadi sentimen positif, namun dampaknya belum tentu langsung mendorong IHSG naik karena ada sentimen negatif lainnya.

4. Faktor Global

Pasar global, termasuk IHSG, akan mencermati pidato Kepala The Fed (bank sentral AS), Jerome Powell, di Jackson Hole. Pidato ini sangat penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan, terutama terkait suku bunga. Ketidakpastian atau sinyal hawkish (kebijakan ketat) dari Powell dapat memicu sentimen negatif di pasar global, termasuk IHSG.

5. Rekomendasi Saham

Meskipun IHSG diproyeksikan melemah, beberapa saham dianggap memiliki potensi untuk dicermati oleh investor.

  • Phintraco Sekuritas merekomendasikan JPFA, ELSA, MIDI, CNMA, dan SMDR.
  • MNC Sekuritas merekomendasikan BBTN, PANI, KRAS, dan WINS.

Penting untuk diingat bahwa rekomendasi ini hanyalah panduan. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pribadi investor setelah melakukan riset mendalam.

Leave a Comment