Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin, 24 November, diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi atau cenderung bergerak terbatas. Proyeksi ini didasarkan pada sejumlah faktor, baik dari aspek teknikal, sentimen global, maupun data ekonomi domestik dan internasional.
I. Tekanan dan Pergerakan IHSG Sebelumnya
-
Penutupan Sebelumnya: IHSG ditutup melemah tipis 0,07 persen pada perdagangan Jumat (21/11), mencapai level 8.414,35.
-
Sentimen Global Negatif: Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh tekanan negatif dari bursa global, terutama akibat pelemahan saham-saham teknologi di Wall Street.
-
Performa Mingguan: Meskipun ditutup melemah pada Jumat, secara mingguan, IHSG masih mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,52 persen, menunjukkan ketahanan di tengah dinamika pasar.
II. Analisis Teknikal dan Proyeksi Jangka Pendek (Phintraco Sekuritas)
-
Indikator Teknis:
-
Analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) telah membentuk sinyal negatif yang dikenal sebagai death cross.
-
Stochastic RSI terpantau bergerak di area pivot atau titik balik.
-
-
Level Penutupan: IHSG ditutup di bawah MA5 (Moving Average 5 hari), sebuah indikasi yang memperkuat perkiraan bahwa tekanan jangka pendek pada indeks masih akan berlangsung.
-
Rentang Konsolidasi: Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan berkonsolidasi di kisaran 8.350–8.450 pada hari Senin (24/11).
-
Kondisi Penguatan: Indeks baru akan berpotensi breakout dan meninggalkan fase konsolidasi jika mampu ditutup di atas level 8.450 dengan didukung oleh volume perdagangan yang besar.
-
Faktor Sentimen Global: Pergerakan indeks secara umum cenderung tertekan di tengah memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2025, yang membebani sentimen risiko pasar.
-
Kinerja Bursa Lain: Mayoritas indeks di bursa Asia kompak ditutup melemah, dan bursa Eropa juga dibuka tertekan pada sesi perdagangan Jumat (21/11), menambah tekanan eksternal pada IHSG.
III. Proyeksi dan Rekomendasi Saham (MNC Sekuritas)
-
Potensi Penguatan: Analis MNC Sekuritas menilai bahwa koreksi pada hari Jumat (21/11) disertai dengan munculnya volume pembelian, mengindikasikan bahwa ruang penguatan untuk hari Senin (24/11) masih terbuka.
-
Skenario Koreksi (Label Merah): MNC Sekuritas mengingatkan potensi koreksi jika IHSG mengikuti skenario label merah, di mana indeks dapat menguji area 8.311–8.350, yang juga merupakan area trendline support penting.
-
Target Penguatan: Berdasarkan analisis gelombang (kemungkinan wave Elliot), MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga berpeluang menguat ke rentang 8.540–8.577.
-
Level Kunci MNC Sekuritas:
-
Level Support: 8.341 dan 8.276.
-
Level Resistance: 8.488 dan 8.532.
-
IV. Data Ekonomi dan Sentimen Penggerak Pasar
-
Uang Beredar Domestik (M2): Bank Indonesia melaporkan bahwa pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) melambat menjadi 7,7 persen YoY pada Oktober 2025, turun dari 8 persen YoY pada September 2025. Perlambatan ini sejalan dengan melemahnya pertumbuhan kredit.
-
Inflasi Jepang: Inflasi di Jepang mengalami peningkatan signifikan menjadi 3 persen YoY pada Oktober 2025, naik dari 2,9 persen pada bulan sebelumnya. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Juli 2025.
-
Stimulus Jepang: Pemerintah Jepang telah menyetujui paket stimulus besar senilai 21,3 triliun yen untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menopang konsumsi, yang dapat menjadi sentimen positif di kawasan Asia.
V. Saham Pilihan (Untuk Dicermati)
-
Rekomendasi Phintraco Sekuritas: Saham-saham yang dapat dicermati antara lain: MDKA, SMGR, HMSP, PGEO, EMTK, dan CBDK.
-
Rekomendasi MNC Sekuritas: Saham pilihan yang diproyeksikan menarik untuk dicermati hari ini yaitu: ASII, BBTN, TOBA, dan COCO.