IHSG Diproyeksi Sideways di 8.300–8.450, Pasar Menanti Sinyal The Fed dan Data AS

  • IHSG diproyeksikan bergerak stabil dalam rentang 8.300–8.450 pada Kamis (20/11)

    • Proyeksi ini menggambarkan kecenderungan pasar yang belum memiliki sentimen kuat, baik untuk mendorong reli lebih jauh maupun memicu koreksi signifikan.

    • Level penutupan sebelumnya di 8.406 (+0,53 persen) menjadi dasar bahwa tekanan beli masih cukup terjaga, meski dinamika global tetap menjadi penentu utama.

  • Sentimen internasional masih didominasi perkembangan bursa Wall Street

    • Indeks saham AS menguat pada Rabu (19/11), dipimpin rebound saham teknologi.

    • Katalis utama adalah antisipasi laporan keuangan Nvidia, yang sering dianggap sebagai barometer sektor AI dan chip global.

    • Penguatan ini membantu mengangkat risk appetite investor global, termasuk Indonesia. Namun respons pasar tetap terbatas karena ketidakpastian The Fed.

  • Perbedaan pandangan di internal The Fed menekan peluang pemangkasan suku bunga

    • Probabilitas penurunan suku bunga Desember turun menjadi 26 persen, memicu persepsi bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat lebih lama.

    • Suasana ini membuat investor cenderung wait and see sehingga IHSG sulit keluar dari pola sideways.

  • Data ekonomi AS turut memengaruhi arah pasar

    • Nonfarm payrolls September diperkirakan naik ke 50 ribu dari 22 ribu pada Agustus, menandakan pasar tenaga kerja mulai membaik.

    • Data tenaga kerja yang solid mengurangi urgensi The Fed menurunkan suku bunga, sehingga menjadi sentimen campuran bagi pasar saham.

  • Dari domestik, kebijakan Bank Indonesia membawa kepastian

    • BI mempertahankan BI Rate di 4,75 persen, sesuai ekspektasi pasar.

    • Namun pertumbuhan kredit Oktober 2025 melambat ke 7,36 persen YoY dari 7,7 persen, menandakan konsumsi domestik belum terlalu ekspansif.

  • Sentimen komoditas dan obligasi masih membayangi IHSG

    • Yield US Treasury 10 tahun naik tipis ke 4,133 persen, menekan aliran modal ke emerging market.

    • Harga emas menguat 1,2 persen ke USD 4.116 per troy ons, menunjukkan pelaku pasar meningkatkan aset aman—biasanya tanda kehati-hatian.

  • Rekomendasi saham dari Phintraco Sekuritas

    • Saham-saham yang dapat dicermati: HRTA, SMGR, ISAT, PYFA, SSIA.

    • Masing-masing didukung sentimen sektoral dan teknikal yang berbeda.

  • Analisis teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan peluang penguatan

    • IHSG dinilai berada dalam struktur wave (iii) dari wave [iii], sehingga potensi kenaikan masih terbuka.

    • Target kenaikan: 8.487–8.539.

    • Area koreksi terdekat: 8.279–8.332, yang perlu diperhatikan sebagai support penting.

  • Saham individual yang sedang dipantau MNC Sekuritas

    • AUTO: bertahan di atas MA20, menunjukkan ruang penguatan lanjutan.

    • COIN: mengalami lonjakan kuat, masih berada dalam fase lanjutan wave penguatan.

    • CYBR: awal wave (5) dari wave [5], namun tekanan jual masih muncul.

    • INTP: penguatan didukung volume pembelian, trend di atas MA60 memperkuat peluang rally.

Leave a Comment