IHSG Diproyeksi Menguat Tipis ke 8.275, Pasar Waspadai Tekanan Jual dan Dampak Perang Dagang AS–China

  • Pergerakan IHSG dan Prospeknya

    • IHSG diproyeksikan menguat tipis sebesar 0,08 persen ke level 8.275 pada perdagangan Senin (13/10).

    • Kenaikan ini terjadi dengan disertai tekanan jual, menandakan bahwa meskipun pasar masih menunjukkan optimisme, pelaku pasar juga mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan sebelumnya.

    • Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase wave [v] dari wave 5 pada label hitam, yang mengindikasikan potensi kelanjutan penguatan jangka pendek.

  • Proyeksi Target Teknis

    • Berdasarkan analisis gelombang (Elliott Wave), target penguatan IHSG berada di kisaran 8.294 hingga 8.365.

    • Level ini menjadi resistensi teknikal penting, yang jika berhasil ditembus, dapat membuka peluang bagi IHSG untuk mencetak rekor baru dalam jangka menengah.

  • Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

    • Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini meliputi BIRD (Bluebird), MYOR (Mayora Indah), PGEO (Pertamina Geothermal Energy), dan TKIM (Pabrik Kertas Tjiwi Kimia).

    • Saham-saham tersebut dinilai memiliki prospek teknikal dan fundamental positif seiring dengan tren sektor masing-masing.

  • Pandangan Phintraco Sekuritas

    • Menurut analis Phintraco Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan selama tidak ada kejutan besar dari faktor eksternal.

    • Kisaran pergerakan IHSG diperkirakan berada pada level 8.100 – 8.300, dengan catatan sentimen global masih menjadi faktor penentu utama.

    • Mereka menilai ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump terhadap China mungkin hanya strategi negosiasi jangka pendek, bukan langkah permanen.

  • Faktor Eksternal Global

    • Sentimen negatif muncul dari ketegangan dagang AS–China setelah Trump mengumumkan tarif tambahan hingga 100 persen untuk seluruh impor dari China.

    • Kebijakan itu juga diikuti dengan pembatasan ekspor perangkat lunak strategis AS mulai 1 November 2025.

    • Aksi tersebut menjadi respons terhadap China yang memperketat ekspor mineral tanah jarang, bahan penting bagi industri teknologi dan kendaraan listrik.

    • Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu rantai pasokan global dan meningkatkan volatilitas di pasar saham dunia.

  • Sentimen dari AS dan Eropa

    • Investor global akan memantau awal musim laporan keuangan kuartal III 2025, terutama dari sektor perbankan.

    • Selain itu, penutupan sebagian kegiatan pemerintah (shutdown) di AS yang sudah memasuki minggu ketiga juga menyebabkan penundaan publikasi data ekonomi penting.

    • Di kawasan Eropa, fokus tertuju pada produksi industri, inflasi, indeks ZEW Jerman, serta PDB Inggris, yang dapat mempengaruhi arah investasi global.

  • Sentimen Domestik Indonesia

    • Dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada data realisasi investasi asing langsung (FDI) kuartal III 2025, yang akan dirilis 15 Oktober 2025.

    • Data FDI positif bisa memperkuat sentimen pasar dan mendukung penguatan IHSG lebih lanjut.

    • Saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas untuk pekan ini adalah BSDE, BIRD, CDIA, GJTL, TKIM, dan NCKL.


Kesimpulan:
Meskipun IHSG diperkirakan menguat terbatas, tekanan jual dan risiko eksternal seperti perang dagang AS–China serta ketidakpastian ekonomi global masih menjadi faktor penahan. Dukungan data fundamental domestik dan laporan keuangan emiten akan menjadi kunci bagi arah pergerakan IHSG pekan ini.

Leave a Comment