Analisis Umum Pergerakan IHSG
-
Pada Kamis (30/10), IHSG ditutup menguat 0,22% ke level 8.184,06, menandakan adanya sentimen positif yang mulai kembali mendominasi pasar domestik.
-
MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG kali ini disertai peningkatan volume pembelian, yang menjadi sinyal teknikal positif terhadap minat beli investor.
-
IHSG juga mampu menembus garis Moving Average 20 (MA20), memperkuat kemungkinan tren kenaikan jangka pendek.
-
Analis memperkirakan penguatan masih dapat berlanjut, dengan area target terdekat di kisaran 8.268–8.354 poin.
Pandangan dan Rekomendasi Analis
-
MNC Sekuritas memandang IHSG berada pada awal wave (iii) dari wave [iii], mengindikasikan potensi penguatan lanjutan dalam siklus teknikal Elliott Wave.
-
Rekomendasi saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk Jumat (31/10):
-
ADMR (Adaro Minerals Indonesia) – prospek positif di sektor batu bara.
-
ANTM (Aneka Tambang) – potensi kenaikan harga komoditas logam.
-
DEWA (Darma Henwa) – momentum pemulihan sektor energi.
-
ERAA (Erajaya Swasembada) – dukungan dari pertumbuhan sektor teknologi dan konsumsi.
-
-
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti saham sektor teknologi, energi, dan keuangan yang menjadi motor utama penguatan IHSG.
-
Rekomendasi tambahan dari Phintraco Sekuritas antara lain:
-
PGAS, ITMG, INCO, TOWR, SCMA, dan EMTK.
-
Faktor Eksternal dan Global
-
Nilai tukar rupiah tertekan di level Rp16.636 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mata uang Asia lainnya akibat penguatan dolar AS.
-
Indeks saham Asia bergerak bervariasi:
-
Kospi Korea Selatan mencatat rekor tertinggi,
-
sementara bursa Tiongkok dan Hong Kong melemah.
-
-
Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga acuan di 0,5%, tertinggi sejak 2008, sesuai ekspektasi pasar.
-
Dari sisi geopolitik, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan menghasilkan kesepakatan penurunan tarif impor AS terhadap produk Tiongkok yang terkait obat fentanil dari 20% menjadi 10%, serta penundaan daftar hitam perusahaan Tiongkok.
-
Kebijakan ini menurunkan total tarif impor AS terhadap produk Tiongkok menjadi 47% dari sebelumnya 57%, memberikan sentimen positif global.
Analisis Teknikal IHSG
-
Indikator MACD menunjukkan penyempitan histogram negatif — pertanda momentum bearish mulai berkurang.
-
Stochastic RSI membentuk pola golden cross di area pivot, sinyal awal potensi kenaikan lanjutan.
-
Area support terdekat IHSG berada di MA20 sekitar 8.153, sedangkan resistance utama berada di 8.250–8.354.
-
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways di rentang 8.150–8.250, dengan peluang menguji level 8.250 sebelum mengalami pullback jangka pendek menjelang akhir pekan akibat aksi ambil untung.
Kesimpulan
-
Secara keseluruhan, arah IHSG pada Jumat (31/10) diproyeksikan cenderung menguat terbatas dengan dukungan faktor teknikal dan sentimen global positif.
-
Namun, investor tetap disarankan untuk mewaspadai volatilitas jangka pendek, terutama menjelang akhir pekan.
-
Fokus utama bagi pelaku pasar adalah memanfaatkan peluang pada saham sektor energi, teknologi, dan keuangan yang menunjukkan momentum penguatan kuat.