Dolar AS menguat pesat selama satu minggu lalu berkat permintaan atas aset safe haven di tengah memanasnya Perang AS-Iran. Indeks Dolar AS (DXY) sampai mendekati level tertinggi bulan ini. Namun, momentumnya agak melemah dalam perdagangan hari Senin (27/7/2026) karena kedua negara sudah mengurangi intensitas serangan masing-masing sejak akhir pekan.

Selama beberapa sesi ke depan, beragam pasangan mata uang mayor mungkin akan mengalami fase konsolidasi temporer sehubungan dengan sejumlah event berdampak tinggi yang akan hadir minggu ini. Berikut ini daftarnya.
1. Pengumuman Suku Bunga Federal AS
Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengadakan rapat reguler pada tanggal 28-29 Juli 2026. Hasilnya akan diumumkan pada tanggal 30 Juli 2026 pukul 1:00 WIB.
Sebagian besar trader memperkirakan FOMC akan mempertahankan target suku bunga Federal dalam rentang 3.5-3.75%. Hanya ada peluang sekitar 30% untuk kenaikan suku bunga minggu ini. Oleh karena itu, pelaku pasar akan lebih berfokus pada pernyataan FOMC serta respons mereka terhadap tekanan inflasi dan geopolitik.
2. Rilis data inflasi Australia
Australia menerbitkan data inflasi rutin secara bulanan dan kuartalan. Namun, data inflasi kuartalan yang dirilis pada hari Rabu, tanggal 29 Juli 2026 akan menarik lebih banyak perhatian.
Tingkat inflasi Australia saat ini sudah mencapai 4.1% (y/y), jauh di atas target bank sentral antara 2-3%. Oleh karena itu, kenaikan inflasi dapat mendorong bank sentralnya untuk segera menaikkan suku bunga dan mengerek kurs Dolar Australia.
3. Rilis data PDB dan inflasi Zona Euro
Kurs Euro tertekan selama beberapa bulan terakhir. Prospeknya ke depan juga masih tertekan, karena proyeksi ekonomi yang medioker.
Konsensus memperkirakan pertumbuhan PDB Zona Euro kuartal kedua tahun 2026 hanya naik 0.2% (q/q), setelah menciut sebesar -0.2% pada kuartal pertama. Sementara inflasi diperkirakan naik sedikit dari 2.8% menjadi 2.9% (y/y) pada bulan Juli 2026. Apabila angka aktualnya lebih rendah dari perkiraan, kurs Euro terancam longsor lagi.
4. Pengumuman Suku Bunga Inggris
Pada sesi Eropa hari Kamis tanggal 30 Juli 2026, pasar akan menyoroti pengumuman Komite Kebijakan Moneter (MPC) yang merupakan dewan pemangku kebijakan tertinggi Bank of England (BoE). Estimasi tingkat suku bunga stabil pada 3.75%. Akan tetapi, notulen rapat dan hasil voting dapat berpengaruh besar jika bernada lebih dovish atau hawkish daripada sebelumnya.
5. Rilis data indeks harga PCE inti
FOMC memanfaatkan indeks harga PCE inti sebagai referensi data inflasi utama dalam pembuatan keputusannya. Oleh sebab itu, rilis indeks pada sesi New York hari Kamis akan menarik perhatian publik.
Tagged With : analisa fundamental • dolar as • dolar australia • euro • poundsterling • trading forex