IHSG Diprediksi Menguat di Akhir Pekan

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (25/11/2022),  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat. Pada perdagangan Kamis (24/11), IHSG ditutup menguat pada level 7.080,515 atau naik 0,37 persen.

Pada perdagangan Kemarin, para investor mencermati pernyataan bank sentral AS, The Fed seiring dengan sinyal melambatnya kenaikan suku bunga.

Risalah The Fed itu mengisyaratkan akan melihat kemajuan dalam pengendalian inflasi yang tinggi, di mana pada periode terakhir inflasi AS mulai mereda.

Di sisi lain, investor juga tengah mencermati rilis data klaim pengangguran AS yang tercatat lebih tinggi dari ekspektasi pasar, yang tercatat sebesar 240.000 untuk pekan yang berakhir 19 November 2022. Hal ini menandakan pasar tenaga kerja AS mulai melemah.

Adapun Kemarin, indeks saham AS atau wall street libur untuk memperingati perayaan Thanksgiving.

Prediksi IHSG

Research Analyst Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova menyebutkan IHSG masih mempertahankan peluang untuk menguji lagi zona resisten 7128 sampai 7137. Karena harga penutupan harian masih berada di atas garis SMA-20.

“Namun demikian, karena IHSG membentuk candle shooting star maka ada kemungkinan turun ke bawah 7030 dan tetap pada pola konsolidasi,” tulis Ivan dalam riset yang dikutip, Jumat (25/11),

Ivan memaparkan Level support IHSG berada di 6937, 6892, dan 6803, sementara level resisten di 7100, 7128-7137 dan 7200. Berdasarkan indikator MACD dalam momentum bullish.

Adapun sederet rekomendasi saham dari Ivan, yaitu ASII, BBCA, BBRI, INKP, dan PGAS

  1. ASII

Recommendation: Buy on Weakness

Price Range: 5,850-6,000

Target Price: 6,400

  1. BBCA

Recommendation: Buy On Weakness

Price Range: 8,650-8,750

Target Price: 9,050

  1. BBRI

Recommendation: Take Profit

Price Range: 4700-4,830

Target Price: 4,750

  1. INKP

Recommendation: Speculative Buy

Price Range: 9,200-9,400

  1. PGAS

Recommendation: Trading Buy

Price Range: 1,840-1,860

Target Price: 1,920

 

Leave a Comment