IHSG Berpotensi Menguat di Kisaran 8.050–8.200, Didukung Kebijakan BI yang Akomodatif

  • Pergerakan IHSG Sebelumnya:

    • Pada perdagangan Rabu (22/10), IHSG ditutup melemah sebesar 85,531 poin atau 1,04 persen, ke posisi 8.152,553.

    • Tekanan jual yang terjadi disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) pasca penguatan signifikan di awal pekan, serta sentimen global yang masih beragam terkait laporan kinerja emiten besar di Wall Street.

  • Prediksi Pergerakan IHSG Kamis (23/10):

    • IHSG diperkirakan akan bergerak menguat terbatas dalam rentang 8.050–8.200.

    • Secara teknikal, indeks diperkirakan sideways dengan kecenderungan rebound dari level support 8.050.

    • Terdapat gap down di level 8.117, yang berpotensi menjadi area uji teknikal sebelum IHSG mencoba mengonfirmasi arah penguatan selanjutnya.

  • Analisis Teknis (Phintraco Sekuritas):

    • Dalam jangka menengah–panjang, IHSG masih berada dalam fase bullish karena posisinya masih di atas MA100 dan MA200.

    • Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan menguji MA20 di sekitar 8.121.

    • Kondisi ini menandakan momentum koreksi sehat di tengah tren naik yang masih berlanjut.

  • Dukungan dari Kebijakan Bank Indonesia (BI):

    • BI mempertahankan BI rate di 4,75%, dengan deposit facility rate 3,75% dan lending facility rate 5,5%.

    • Kebijakan ini dianggap tepat karena inflasi masih dalam target, stabilitas rupiah terjaga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    • Penurunan suku bunga total 125 bps sejak awal tahun ke level terendah sejak 2022 memberi sinyal kebijakan moneter longgar yang kondusif bagi pasar saham.

  • Data Makro dan Pertumbuhan Kredit:

    • Pertumbuhan kredit per September 2025 mencapai 7,7% YoY, meningkat dari 7,56% YoY di Agustus.

    • Kenaikan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang membaik, meski masih perlu percepatan untuk menopang ekspansi sektor riil.

  • Rekomendasi Saham:

    • Phintraco Sekuritas menyarankan: PTPP, BUMI, PANI, ELSA, dan INTP — saham-saham dengan potensi teknikal rebound dan katalis positif dari proyek infrastruktur serta energi.

    • MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berada di awal wave [iii] dari wave 5, dengan target uji di 8.228–8.365, dan area koreksi di 8.033–8.120.

    • Rekomendasi saham dari MNC Sekuritas: ADRO, AKRA, KLBF, dan MDKA, yang didukung oleh prospek sektor energi, bahan kimia, farmasi, dan pertambangan emas.

  • Kesimpulan:

    • IHSG berpotensi menguat terbatas dengan dukungan dari kebijakan BI yang akomodatif dan data ekonomi domestik yang stabil.

    • Namun, investor perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek, terutama jika IHSG gagal menembus area resistance 8.200.

    • Sentimen eksternal seperti arah pasar global dan pergerakan nilai tukar rupiah juga akan tetap menjadi faktor penentu arah pasar hari ini.

Leave a Comment