Inilah prediksi pergerakan IHSG pada Senin (29/9):
1. Kondisi IHSG Terakhir
-
Pada Jumat (26/9), IHSG ditutup menguat di level 8.099,33 (+0,73%).
-
Kenaikan ini terutama dipengaruhi rebound saham berbasis komoditas mineral dan saham rokok setelah sempat melemah di awal sesi.
2. Analisis Teknikal
-
Stochastic RSI → kembali mengarah ke level pivot, artinya ada potensi pemulihan momentum setelah sebelumnya terjadi death cross (sinyal bearish jangka pendek).
-
MACD histogram → mulai menunjukkan pelemahan, tapi masih berada di area positif, artinya tren penguatan masih terjaga meski ada tanda moderasi.
-
IHSG masih bertahan di atas garis MA5, menjadi indikasi teknikal positif.
-
Potensi pergerakan: 7.980 – 8.170 (Phintraco Sekuritas).
3. Faktor Fundamental Domestik
-
Kebijakan cukai rokok: Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kenaikan cukai rokok tahun depan serta komitmen menekan peredaran rokok ilegal → memberi sentimen positif bagi saham rokok.
-
Sistem sentralisasi industri hasil tembakau sedang disiapkan pemerintah, untuk memastikan industri kecil tetap bayar cukai & rokok ilegal ditekan → mendukung sektor konsumer.
-
Data domestik yang ditunggu minggu ini:
-
Indeks manufaktur Indonesia
-
Neraca perdagangan
-
Data inflasi (1 Oktober)
-
4. Faktor Eksternal
-
Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menantikan:
-
Data manufaktur & sektor jasa
-
ADP Employment (lapangan kerja swasta)
-
Nonfarm payrolls & tingkat pengangguran
-
-
Data ini penting untuk menilai kesehatan ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya.
5. Pandangan Analis
-
Phintraco Sekuritas → IHSG berpotensi bergerak di kisaran 7.980 – 8.170; saham pilihan: EMTK, HRUM, AGRO, PSAB, ARTO, ACES.
-
MNC Sekuritas:
-
Skenario terbaik: IHSG bisa lanjut menguat ke 8.200 – 8.246 (bagian dari wave [iii]).
-
Skenario lain (label hitam): IHSG rawan terkoreksi untuk uji 7.894 – 7.959.
-
Saham pilihan: BFIN, BKSL, ICBP, JPFA.
-
✅ Kesimpulan:
IHSG diperkirakan masih memiliki peluang menguat terbatas dengan target ke area 8.170 – 8.246, namun tetap rawan koreksi ke kisaran 7.894 – 7.980. Sentimen utama datang dari stabilitas kebijakan domestik (cukai rokok & manufaktur) serta data ekonomi AS yang bisa memengaruhi prospek suku bunga The Fed.