Dolar Australia Dikerek Data GDP China, NZD Malah Jeblok

Dolar Australia melejit ke level tinggi dua bulan di hari Rabu ini, setelah China melaporkan bahwa data pertumbuhan ekonominya membaik di kuartal pertama 2019. Dolar Australia yang merupakan proxy dari data ekonomi China, diuntungkan oleh laporan tersebut.

AUD/USD mendulang kenaikan harian 0.37 persen hingga sesi perdagangan sore ini, dan diperdagangkan di level 0.7200. Level tersebut membalik keadaan yang terjadi setelah dovish-nya notulen rapat RBA kemarin.

Mata uang Australia sensitif terhadap data ekonomi China karena Australia menjadikan China sebagai tujuan utama pengiriman ekspor utama negaranya. GDP China naik menjadi 6.4 persen di kuartal pertama tahun 2019 ini, lebih tinggi daripada ekspektasi 6.3 persen. Tak hanya itu, Produksi Industri China dalam basis tahunan turut melesat menjadi 8.5 persen, melebihi ekspektasi 5.6 persen.

“Short position Aussie telah terkumpul kemarin, setelah RBA menunjukkan sentimen dovish, dan sekarang ini, mereka menampilkan kebalikannya sehubungan dengan data ekonomi China.” kata Yukio Ishizuki, Ahli Forex Senior dari Daiwa Securities.

Selasa kemarin, Bank Sentral Australia (RBA) kembali mengirimkan sinyal kemungkinan pemotongan suku bunga (Rate Cut) dalam notulen rapatnya. Pemotongan suku bunga diwacanakan terutama apabila inflasi tak menunjukkan kenaikan dan Tingkat Pengangguran melonjak, maka pemotongan suku bunga kemungkinanan “akan menjadi kebijakan yang sesuai”.

 

NZD/USD Malah Jeblok

Namun sayangnya, “sepupu” Dolar Australia, yakni Dolar New Zealand, tidak bernasib sama. Mata uang berjuluk Kiwi tersebut justru jeblok dikarenakan oleh menurunnya inflasi New Zealand. Saat berita ini ditulis, NZD/USD turun setengah persen dan diperdagankan di 0.6735. Turunnya inflasi New Zealand menguatkan potensi pemotongan suku bunag RBNZ dalam beberapa bulan ke depan.

CPI New Zealand untuk kuartal pertama 2019 menunjukkan kenaikan hanya 0.1 persen (Quarter-over-Quarter), jauh lebih rendah dari ekspektasi 0.3 persen. Kendurnya inflasi kuartalan tersebut menyeret turun laju inflasi tahunan pula dari 1.9 persen menjadi 1.5 persen

Tinggalkan sebuah Komentar